Beranda Pemerintahan Buffer Stock Kosong, Dinsos Pandeglang Minta Logistik ke Pemprov dan Kemensos

Buffer Stock Kosong, Dinsos Pandeglang Minta Logistik ke Pemprov dan Kemensos

Kantor Dinsos Pandeglang. (Mg-Madani Prasetia/bantennews)

PANDEGLANG — Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pandeglang mengakui persediaan buffer stock logistik darurat saat ini kosong, ketika abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) masih berdampak ke sejumlah wilayah.

Kondisi itu membuat Dinsos Pandeglang mengajukan tambahan logistik kepada Pemerintah Provinsi Banten dan Kementerian Sosial (Kemensos). Dinsos membutuhkan bantuan tersebut untuk mengantisipasi dampak erupsi dan melindungi warga jika kondisi memburuk.

Pejabat Fungsional Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinsos Pandeglang, Iik Ihromi mengatakan, pihaknya mengajukan kebutuhan logistik sebagai tindak lanjut instruksi Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, agar pemerintah daerah menyiapkan bantuan sebelum warga mengungsi.

“Kami sudah mengusulkan ketersediaan logistik ke Provinsi Banten dan Kementerian Sosial. Mudah-mudahan segera direalisasikan untuk antisipasi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau,” kata Iik, Selasa (8/9/2026).

Ia mengakui, kondisi gudang sosial Pandeglang saat ini kosong.

“Saat ini buffer stock di kita itu kondisinya memang sedang kosong, sama sekali tidak ada,” tegasnya.

Dinsos tidak hanya meminta pengisian kembali logistik darurat. Mereka juga mengusulkan perlengkapan pelindung bagi warga yang terdampak abu vulkanik, terutama masker dan kacamata.

“Yang kami usulkan terutama masker dan kacamata, termasuk pengisian kembali logistik yang ada di gudang sosial Kabupaten Pandeglang,” ujarnya.

Namun, Dinsos belum membeberkan jumlah masker, kacamata, dan jenis logistik lain yang mereka ajukan.

Iik mengatakan, pihaknya menyesuaikan usulan dengan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.

“Kami tidak menyampaikan jumlah keseluruhan. Kami mengusulkan barang-barang yang dibutuhkan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak,” katanya.

Di tengah kosongnya persediaan logistik, Dinsos Pandeglang memperkuat pemantauan di wilayah rawan bencana. Sebanyak 210 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan sekitar 300 relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) bersiaga di sejumlah kecamatan.

Baca Juga :  Mainkan Harga Sembako, Pemprov Banten Ancam Sanksi Pedagang

“Tagana dan KSB standby di wilayah masing-masing. Mereka terus memperbarui data dan memantau kondisi desa maupun kecamatan yang rawan bencana,” kata Iik.

Hingga Selasa, Dinsos mencatat belum ada warga Pandeglang yang mengungsi akibat erupsi GAK. Iik mengatakan informasi terbaru menunjukkan aktivitas erupsi mulai melandai, tetapi pemerintah tetap menjaga kesiapsiagaan.

“Untuk sementara belum ada pengungsi. Informasi yang kami terima, kondisi erupsi mulai melandai. Mudah-mudahan tidak sampai terjadi bencana yang lebih besar, tetapi kami tetap siaga,” pungkasnya.

Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd