Beranda Bisnis BPTD Banten : Manifes Penumpang Kapal di Pelabuhan Merak Harus Sudah Digital

BPTD Banten : Manifes Penumpang Kapal di Pelabuhan Merak Harus Sudah Digital

464
0
Kepala BPTD Wilayah VIII Provinsi Banten, Nurhadi Unggul Wibowo. (Foto : Gilang)

CILEGON – Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Provinsi Banten, Nurhadi Unggul Wibowo mengatakan, digitalisasi data manifes penumpang di era saat ini sudah tak terelakkan. PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Utama Merak selaku operator Pelabuhan Merak menurutnya perlu menerapkan teknologi digital guna pendataan manifes penumpang kapal sekaligus saat transaksi pembelian tiket secara secara online (e-ticketing) dilakukan.

“Saya sudah bicara dengan teman-teman ASDP, saya katakan bahwa (pendataan manifes) harus dibuat digitalisasi, dibuat sistem informasi yang terintegrasi secara elektronik dengan e-ticketing. Jadi ngga perlu input data lagi, data di e-ticketing itu nanti dapat digunakan untuk data manifes,” ujarnya, Selasa (4/9/2018).

PT ASDP, lanjut Nurhadi, kendati sudah menyatakan kesanggupannya namun hal itu dapat dilakukan secara bertahap lantaran BUMN tersebut saat ini tengah mempersiapkan sistem e-ticketing untuk golongan IV ke bawah (cash less).

“Kalau semua program mereka sudah berjalan, barulah itu (masukan digitalisasi data manifes) akan diakomodir. Untuk jangka waktunya, ngga tahu, nanti akan saya bicarakan lagi. Gapasdap sendiri sudah menyampaikan pada saya akan menggunakan sistem aplikasi voice to text, tapi keakuratannya ngga tahu juga, karena kan belum diuji coba,” terangnya.

Dikatakan, perpaduan sistem digitalisasi manifes dan e-ticketing yang terintegrasi akan semakin memudahkan seluruh pihak untuk berbagai kepentingan data.

“Jadi ketika dia (calon penumpang kapal) beli tiket, otomatis dia akan diminta data-data apa saja yang dibutuhkan di manifes. Nanti ketika sampai di pelabuhan, toll gate yang ada saat ini akan dibuat untuk memverifikasi penumpang kapal. Informasinya, tidak sampai satu tahun sistem ini akan berjalan, karena kami juga kan di-complain banyak orang,” tandasnya. (dev/red)