PANDEGLANG — Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pandeglang menggunakan data kepemilikan kendaraan bermotor sebagai salah satu pembanding untuk memvalidasi desil atau tingkat kesejahteraan warga.
Kepala BPS Kabupaten Pandeglang, Achmad Widijanto mengatakan, pemutakhiran desil tidak hanya mengandalkan data yang warga laporkan. Pemerintah juga mencocokkan data tersebut dengan sejumlah basis data, termasuk data kepemilikan kendaraan yang terhubung dengan Samsat.
“Kalau kendaraan bermotor sudah menggunakan sistem, bisa membaca langsung kepemilikan kendaraan yang punya surat-suratnya,” kata Achmad, Rabu (30/9/2026).
Menurut Achmad, data kendaraan menjadi salah satu indikator tambahan dalam proses penghitungan dan validasi desil. Pemerintah juga dapat menggunakan data rekening tabungan sebagai pembanding kondisi sosial ekonomi warga.
Namun, sistem tersebut masih memiliki celah. Data kendaraan yang sudah terjual tetapi pemilik lama belum melakukan balik nama masih tercatat atas nama pemilik sebelumnya.
“Kalau kendaraan bermotor sudah dijual, belum balik nama, masih nama pihak pertama, kebacanya masih nama pihak pertama. Itu salah satu kelemahannya,” ujarnya.
Achmad mengatakan, warga yang menemukan ketidaksesuaian data dapat mengajukan pembaruan melalui pemerintah desa atau secara daring. Petugas kemudian memeriksa dan memvalidasi data tersebut sebelum masuk dalam pemutakhiran berikutnya.
BPS juga meminta warga menyiapkan dokumentasi kondisi rumah sebagai data pendukung. Foto tersebut harus memperlihatkan bagian penting bangunan, seperti atap, dinding, dan lantai.
“Foto bangunan rumah itu biasanya tetap ada. Jadi sebelum ke desa harus foto dulu rumahnya, kelihatan atapnya, dindingnya, dan lantainya,” pungkasnya.
Penggunaan data kendaraan dan aset lain sebagai pembanding menunjukkan penentuan desil tidak hanya bergantung pada laporan warga. Akurasi data kepemilikan tetap menjadi persoalan, terutama ketika perubahan kepemilikan kendaraan belum tercatat secara administratif.
Penulis : Mg-Madani Prasetia
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
