Beranda Advertorial BPJS Kesehatan Pastikan Penderita Gagal Ginjal di Kota Serang Dapat Perawatan Maksimal

BPJS Kesehatan Pastikan Penderita Gagal Ginjal di Kota Serang Dapat Perawatan Maksimal

921
0
Peserta JKN-KIS. (Ade/bantennews)

SERANG – Petugas BPJS Kesehatan Serang menjenguk penderita gagal ginjal di salah satu rumah sakit di Kota Serang. Kunjungan tersebut memastikan para penderita gagal ginjal mendapat pelayanan terapi hemodialisa dengan baik.

“Gak dibeda-bedakan kok. Selama ini saya berterima kasih karena ada Kartu Indonesia Sehat meringankan beban hidup saya. Jadi saya bisa lebih tenang meskipun suami saya sakit ini. Tapi yah alhamdulillah semua ditanggung biayanya oleh BPJS kesehatan,” kata Ayu Dian, peserta Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) saat ditemui di rumah sakit di Kota Serang.

Dian, ibu rumah tangga asal Ciceri Kota Serang ini mengatakan menjadi peserta BPJS Kesehatan merupakan keniscayaan. Menurutnya banyak manfaat yang dirasakan sejak mengikuti program JKN-KIS. Terlebih suaminya yang merupakan ASN divonis menderita gagal ginjal. Sehingga suaminya harus rutin melakukan cuci darah di rumah sakit.



“Sejak masih Askes saya sudah terdaftar. Dan beruntung ada BPJS kesehatan menggratiskan biaya suami saya yang cuci darah di sini. Karena kan tahu sendiri biaya cuci darah itu besar sekali dan ini terus berlanjut,” ujarnya.

Ia mengatakan kartu JKN-KIS sudah banyak membantunya dalam melakukan administrasi. Karena selama suaminya sakit sejak Januari 2019, semua pembiayaan ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Alhamdulillah sangat membutuhkan dan sangat meringankan. Soalnya kalau bayar sendiri itu berat. Kewalahan saya kalau bayar pakai uang sendiri. Beruntung punya kartu BPJS Kesehatan,” ucapnya.

Ia mengatakan program BPJS Kesehatan sangat berkontribusi besar terhadap para penderita penyakit berat seperti gagal ginjal . Karena orang yang menderita gagal ginjal harus rutin melakukan terapi hemodialisa. Minimal dua minggu sekali suaminya melakukan cuci darah. Dan untuk melakukan hemodialisa perlu menyediakan uang yang tidak sedikit. Jadi BPJS Kesehatan harus tetap berlanjut.

“Saya gak tahu deh kalau gak punya kartu JKN – KIS. Jadi saya berharap BPJS kesehatan tetap ada meskipun ada penyesuaian harga,” ucapnya. (Advertorial)