KAB. SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang menyebut sejumlah faktor yang memicu banjir di Kabupaten Serang, baru-baru ini. Salah satunya keberadaan tambang atau galian C.
Meski begitu, peran galian C tidak begitu dominan dalam bencana banjir yang terjadi di awal 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang, Ajat Sudrajat mengaku, jika galian C menjadi salah satu penyebab banjir, namun tidak dominan.
Ajat menyebut, banjir yang terjadi di sejumlah kecamatan di Kabupaten Serang terjadi lantaran adanya pendangkalan dan alih fungsi sungai.
“Ada (peran galian C). Tapi tidak dominan yah. Yang paling besar itu penyebabnya pendangkalan sungai, dan alih fungsi sungai,” kata Ajat, Kamis (8/1/2026).
Dua penyebab utama itu, kata Ajat, berperan besar atas teejadinya bencana banjir di Kabupaten Serang.
“Itu yang sangat berperan pada banjir. Seperti badan sungi yang menyempit karena diuruk (alih fungsi) oleh masyarakat menjadi lahan pertanian dan pemukiman. Ditambah pendangkalan,” ujarnya.
Ajat mengaku, pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten dan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) untuk melakukan normalisasi sungai.
“Mitigasi terus dilakukan, kita juga koordinasi dengan Pemprov dan BBWSC3,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan data Pusdalops BPBD Kabupaten Serang, bencana banjir menggenangi 20 desa di 13 kecamatan. Akibatnya 11.700 jiwa terdampak.
Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah
