SERANG — Peristiwa tragis menimpa seorang bocah berinisial M (12), siswa kelas 6 sekolah dasar, yang meninggal dunia setelah tersedot pipa irigasi di aliran Sungai Cibanten, tepatnya di Kampung Masigit, Desa Sukabares, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Selasa (21/4/2026) sore.
Kejadian nahas tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB saat korban bersama sejumlah temannya tengah bermain dan mandi di sungai. Berdasarkan keterangan saksi, sekitar 10 anak terlihat bermain di atas instalasi pipa irigasi yang melintasi sungai.
Diduga, insiden bermula ketika tutup pipa di dasar sungai tersenggol hingga terbuka. Korban yang berusaha mengambil atau mencari tutup tersebut justru terseret arus dan masuk ke dalam pipa. Tubuh korban tersangkut dengan posisi setengah badan masuk ke dalam saluran, sementara bagian kepala sudah berada di dalam air.
Melihat kejadian itu, saksi segera meminta bantuan warga sekitar. Proses evakuasi dilakukan secara gotong royong hingga akhirnya korban berhasil dikeluarkan dari dalam pipa.
Korban kemudian dilarikan ke Puskesmas Ciomas sekitar pukul 15.30 WIB untuk mendapatkan pertolongan pertama. Namun, karena kondisinya kritis, korban dirujuk ke RSUD Banten. Naas, setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Kanit Reskrim Polsek Ciomas, Aiptu Aminudin, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa kejadian itu merupakan kecelakaan saat korban bermain di area sungai.
Jenazah korban selanjutnya dibawa pulang ke rumah duka di Kampung Balekambang, Desa Sukadana, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang. Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian tersebut dan menolak dilakukan autopsi maupun proses hukum lebih lanjut.
Sementara itu, pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cibanten untuk segera mengevaluasi dan merapikan instalasi pipa irigasi di lokasi kejadian guna mencegah peristiwa serupa terulang.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi orang tua dan masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di area berisiko seperti aliran sungai.
Penulis: Ade Faturohman
Editor: Usman Temposo
