Beranda Kesehatan Bocah Gizi Buruk di Kabupaten Serang Ditinggal Kedua Orangtuanya

Bocah Gizi Buruk di Kabupaten Serang Ditinggal Kedua Orangtuanya

1065
0
Rani (6) terkulai lemah di kediaman pamannya. (Foto : ist)

 

SERANG – Rani Maharani (6), bocah asal Kampung Puyuh Koneng Pemaksan, Desa Kencana Harapan, Kecamatan Lebakwangi, Kabupaten Serang, Banten, terkulai lemah karena menderita gizi buruk. Aejak 2012 lalu, anak dari pasangan Jum’ati dan Akhyar ini sudah menunjukkan kekurangan gizi lantaran ekonomi orangtuanya yang serba terbatas sehingga tak mampu memberikan gizi yang cukup.

Penderitaan Rani bertambah karena ayah ibunya pergi meninggalkannya. Kedua orangtua Rani telah bercerai. Sang ayah memilih tinggal di Cianjur, Jawa Barat, sedangkan sang ibu mengadu nasib ke Timur Tengah menjadi tenaga kerja wanita (TKW).

Muhaimin, paman Rani menceritakan bahwa Jum’ati merupakan adik kandungnya, sedangkan Akhyar adalah warga Cianjur. Setelah menikah mereka pindah ke Cianjur dan membawa Rani yang kala itu masih berusia 8 bulan.

Namun kemudian, pasangan suami istri itu bercerai. Pascalebaran lalu, Rani pun dibawa ke Lebakwangi. Kondisi yang kini dialami oleh Rani tersebut telah dideritanya sejak lahir. “Dulu lahirnya di Puskesmas Pontang. Bapaknya pisahan (cerai-red), dia pulang kesini ke tempat saya. Ibunya ke Arab, sekitar dua bulan lah,” ujarnya saat ditemui di rumahnya, Minggu (2/12/2018).

Rani merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Saat dilahirkan kondisinya baik baik saja, namun sekarang berat badannya pun hanya sekitar 6 kilogram. “Adiknya mah sehat dan normal namanya Dimas usianya 1 tahun,” katanya.

Sampai saat ini Rani hanya bisa terbaring di tempat tidur. Dirinya tidak bisa melakukan aktivitas seperti halnya anak anak lain yang seumuran. “Harusnya mah sudah TK dia. Tapi enggak bisa apa apa dia. Kalau makan mah mau tapi disuapin. Terus kalau malam suka rewel, dan susah tidur,” katanya.

Ia menduga Rani mengalami kondisi demikian dikarenakan orang tuanya yang serba terbatas. “Bapaknya dulu kerja serabutan. BPJS belum punya. Posyandu juga enggak ikut,” tuturnya.

Dirinya berharap keponakannya tersebut bisa sembuh seperti anak lainnya. “Kalau keinginan mah pengen dibawa (berobat), pengen sehat, pengen sembuh,” katanya (ink/red)