Beranda Kesehatan Bocah 3 Tahun di Tangerang Terkena Kanker Ganas di Ginjalnya, Butuh Uluran...

Bocah 3 Tahun di Tangerang Terkena Kanker Ganas di Ginjalnya, Butuh Uluran Tangan

KAB TANGERANG – Miris melihat seorang bocah cilik bernama Mahesa Kurnia Rabbani (3), yang mengidap penyakit Nefroblastoma hingga salah satu ginjalnya terpaksa diangkat.

Nefroblastoma atau Tumor Wilims ialah salah satu jenis Kanker ganas langka yang menyerang organ vital ginjal pada anak-anak, umumnya pada usia 2-4 tahun.

Sejak berusia 2 tahun, Mahesa di diagnosa mengidap penyakit tersebut. Ia berjuang melawan sakit dengan kondisi perutnya yang membengkak itu.





Angga Kurnia Putra, ayah dari Mahesa mengungkapkan jika anaknya itu ketika berusia 1 tahun ada benjolan dibagian perut sebelah kirinya. Ketika berusia 2 tahun, lanjutnya perut sang anak semakin membesar, saat diperiksa dokter menyatakan mengidap Kanker Wilms dan harus di lakukan operasi.

“Waktu umur 1 tahun ada benjolan di sebelah kiri perutnya, dikira saya hanya benjolan biasa tapi benjolan itu kalau dipencet kaya jalan. Baru ketahuan saat semakin besar perutnya. Waktu diperiksa ternyata kanker wilms kata Dokter dan harus segera di operasi,” kata Angga, kepada wartawan Sabtu (9/1/2021).

Warga Kampung Cukanggalih, Rt.04/05, Desa Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang ini melanjutkan bahwa pada 14 Januari 2020 lalu, operasi pengangkatan tumor pun dilakukan guna tidak menyebar ke ginjal lainnya.

“Januari 2020 kemarin Mahesa di operasi pengangkatan tumornya di Rumah Sakit Kanker Darmais Jakarta, dan itupun kita pakai BPJS pak, itupun rujukan dari RSUD Kabupaten Tangerang,” katanya

Angga pun merasa sedih lantaran melihat kondisi anaknya kian hari kian memprihatinkan. Apalagi hanya memiliki satu ginjal.

“Sedih pak, kalau rame bocah dirumah kadang anak saya cuma duduk diem aja sambil megangin perutnya. Kadang juga suka bilang sakit,” lirihnya

Mahesa pun harus menjalani kemoterapi rutin. Karena akibat dampak Pandemi, terapi yang harus dijalani Mahesa pun dihentikan untuk sementara.

Seperti yang terlihat, kondisi Mahesa pun semakin memburuk lantaran perutnya semakin membesar akibat tidak menjalani terapi rutin ke rumah sakit.

“Ini pak lihat aja, hampir lima bulanan kan gak kontrol buat terapi, ini sekarang perutnya makin besar. Pas dulu itu gak sebesar ini pak tapi sekarang makin besar,” ujarnya

Kedua orang tua Mahesa berharap, ada bantuan dari orang yang baik hati maupun dari pemerintah agar membantu pengobatan Mahesa. Sebab kata Angga, upah dari buruh pabrik tidak seberapa.

“Saya kerja buruh di pabrik pak, gaji saya umk itupun harus dibagi buat kebutuhan sehari-sehari, istri saya cuma IRT,” bebernya

Selama ini menurut Angga, bantuan untuk membiayai pengobatan Mahesa dibantu dari rekan kerja dan orang-orang yang prihatin terhadap Mahesa.

“Iya, saya harap ada yang mau bantu untuk pengobatan anak saya,” ujarnya

Bagi dermawan yang ingin membantu bisa menghubungi nomor sang Ayah Mahesa sebagai berikut : 0858-8825-5880.

(Ren/Red)