Beranda Hukum BNPT Ajak Pemuda Pandeglang Jauhi Ideologi Terorisme

BNPT Ajak Pemuda Pandeglang Jauhi Ideologi Terorisme

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Pol. Dr. Boy Rafli Amar (kanan) saat menghadiri acara ekspresi Indonesia muda di Universitas Mathla'ul Anwar Pandeglang.

PANDEGLANG – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak para pemuda khususnya yang berada di Kabupaten Pandeglang untuk mewaspadai ideologi terorisme. Hal itu lantaran ideologi terorisme dapat memecah belah keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kepala BNPT, Komjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan karakter ideologi terorisme itu membenci negara, membenci ideologi negara Idonesia yaitu Ideologi Pancasila. Maka dari itu, pemuda sebagai generasi penerus bangsa harus mempunyai benteng yang kokoh agar tidak terjerumus ke dalam ideologi radikal.

“Kalau kita tidak bisa menjaga maka kita termasuk pemuda rugi. Untuk itu kita harus teruskan perjuangan berkobar demi kepentingan bangsa dan negara,” kata Boy Rafli Amar saat menggelar acara di Gedung Serba Guna Universitas Mathla’ul Anwar di Kecamatan Saketi, Kamis (11/8/2022).

Selain berkarakter membenci negaranya sendiri, paham ideologi terorisme bersifat intoleran, anti kemanusiaan, menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dan bahkan bisa menyakiti orang lain dengan menggunakan kedok agama.

“Hidup bertoleransi karakter Islam dikembangkan oleh Wali di Indonesia. Tetapi pemuda lebih dari 2 ribu berurusan terorisme ciri khasnya menghalalkan kekerasan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Banten, Amas Tajuddin menyampaikan, kedatangan Kepala BPNT dalam rangka kunjungan kerja menghadiri acara Ekspresi Indonesia muda dalam dalam
pencegahan radikalisme dan terorisme.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Organisasi Kepemudaan kabupaten dan kota, BEM, pelajar, dan pondok pesantren yang ada di Kabupaten Pandeglang.

“Ini sungguh tepat kepada pelajar, OKP. Bisa memberikan pencerahan jangan sampai terjerumus ekstrem kanan dan ekstrem kiri tetapi kiprahnya menjadi pemuda harapan bangsa,” tambahnya. (Med/Red)