Beranda Peristiwa BNPB : Marak Industri Kimia, Cilegon Potensial Alami Bencana Hazmat

BNPB : Marak Industri Kimia, Cilegon Potensial Alami Bencana Hazmat

Kapusdiklat BNPB, Agus Wibowo (kedua sari kanan) saat memberikan keterangan pers. (Foto : Gilang)

CILEGON – Indonesia menjadi tuan rumah dalam perhelatan Asean Regional Disaster Emergency Respons Simulation Exercise (ARDEX) tahun 2018 ini. Kota Cilegon dipilih menjadi wilayah dalam pemusatan latihan dan simulasi penanggulangan bencana di tingkat negara-negara ASEAN tersebut.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) selaku lembaga pelaksana perhelatan itu di tanah air mengungkapkan, terpilihnya Kota Cilegon sebagai pusat pelatihan bersama lantaran banyaknya keberadaan industri kimia di kota yang terletak di ujung barat pulau Jawa ini. Sehingga kondisi ini mengakibatkan Cilegon juga menjadi kota yang rentan dengan kebencanaan.

“Kita sudah lakukan persiapan ini selama dua tahun. Pemilihan Kota Cilegon karena potensi bencana yang dapat terjadi, yaitu bencana hazmat, hazardous material atau bencana bahan kimia yang paling bahaya di sini (Kota Cilegon), selain potensi bahaya yang sama di Bontang dan Gresik. Dan di Indonesia saya kira belum berpengalaman dalam mengatasi bencana sejenis ini,” ungkap Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan BNPB, Agus Wibowo, dalam keterangan pers di Hotel The Royale Cilegon, Selasa (30/10/2018).

Agenda dua tahunan itu, lanjut Agus, secara bergiliran di lakukan di negara-negara ASEAN. Indonesia yang menjadi tuan rumah kali ini menurutnya perlu menggali ilmu dari negara-negara lain yang sudah berpengalaman dalam penanggulangan bencana kimia dari industri.

“Kalau bencananya di skala pabrik-pabrik, saya rasa sudah siap semua. Tapi kalau bencana itu meluas menjadi bencana yang besar, tentu kita juga akan meminta bantuan dari negara lain. Makanya kita perlu belajar bagaimana metode untuk mengundang mereka masuk ke sini membantu kita, prosedurnya seperti apa, itu salah satu SOP yang akan kita pelajari di sini. Kita akan libatkan sekitar 170 personel dari negara ASEAN di ARDEX kali ini,” katanya.

Sementara itu Plt Walikota Cilegon, Edi Ariadi mengapresiasi kegiatan yang menurut rencana juga akan turut melibatkan kalangan industri, TNI dan Polri tersebut.

“Saya berharap penyelenggaraan ARDEX 2018 ini mampu membangun kesiapsiagaan daerah, provinsi dan pusat dalam menghadapi bencana sekaligus meningkatkan kerja sama regional dan koordinasi dalam tanggap darurat, serta membangun kebanggaan Indonesia di pentas Asia,” ucapnya. (dev/red)