SERANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Banten yang berlaku pada 21 hingga 23 Juni 2026.
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, hingga pohon tumbang. BMKG mengimbau warga terus memantau informasi cuaca resmi untuk mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.
Berdasarkan peringatan dini yang dirilis BBMKG Wilayah II, pada 21 Juni 2026 terdapat potensi hujan dengan kategori waspada atau hujan sedang hingga lebat di sejumlah wilayah Banten, meliputi Kabupaten Serang bagian timur, Kabupaten Pandeglang bagian utara, Kabupaten Lebak bagian utara dan timur, serta Kabupaten Tangerang bagian tengah dan selatan.
Sementara pada 22 Juni 2026, BMKG tidak mencatat adanya wilayah di Banten yang masuk kategori waspada, siaga maupun awas terkait potensi hujan lebat.
Namun, pada 23 Juni 2026, status waspada kembali diberlakukan untuk wilayah Kabupaten Pandeglang bagian utara yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Dalam keterangannya, BMKG menjelaskan bahwa peringatan dini hujan ini menunjukkan nilai akumulasi curah hujan harian tertinggi yang berpotensi terjadi dalam satu wilayah kabupaten atau kota. Masyarakat yang berada di daerah rawan bencana diminta tetap siaga, terutama saat hujan turun dengan durasi cukup lama disertai angin kencang dan petir.
BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tidak mengabaikan potensi cuaca ekstrem meskipun sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau. Kondisi atmosfer yang dinamis masih memungkinkan terbentuknya awan hujan yang dapat memicu cuaca signifikan di sejumlah daerah.
Warga dapat mengakses informasi cuaca yang lebih rinci hingga tingkat kelurahan dan desa melalui layanan resmi BMKG guna memperoleh pembaruan kondisi cuaca terkini.
Tim Redaksi
