SERANG — BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi terjadinya banjir pesisir atau rob di sejumlah wilayah pesisir Provinsi Banten selama bulan Maret 2026. Peringatan ini berkaitan dengan adanya fenomena astronomis yang dapat meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum.
BMKG menjelaskan, pada bulan Maret 2026 akan terjadi fase Bulan Purnama pada 3 Maret, fase Bulan Baru pada 19 Maret, serta fase Perigee atau jarak terdekat antara Bulan dan Bumi pada 22 Maret 2026. Kombinasi ketiga fenomena tersebut berpotensi memicu pasang maksimum air laut dan meningkatkan risiko banjir rob di wilayah pesisir.
Wilayah yang berpotensi terdampak antara lain pesisir utara Kabupaten Tangerang meliputi Kecamatan Mauk, Teluknaga, dan Kosambi, dengan potensi kejadian pada 23–24 Maret 2026 sekitar pukul 23.00 WIB. Selain itu, pesisir Selat Sunda Barat Pandeglang di Kecamatan Labuan berpotensi terdampak pada 6–7 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 WIB serta pada 21–25 Maret 2026 pukul 10.00 WIB dan 20.00 WIB.
Potensi banjir rob juga diperkirakan terjadi di pesisir selatan Kabupaten Pandeglang, khususnya Kecamatan Cikeusik, pada 2–9 Maret 2026, 20–26 Maret 2026, dan 31 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Sementara itu, wilayah pesisir selatan Kabupaten Lebak, tepatnya Kecamatan Bayah, berpotensi terdampak pada 2–9 Maret 2026 dan 20–26 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 WIB.
BMKG mengingatkan bahwa fenomena banjir rob dapat berdampak pada terganggunya aktivitas masyarakat di kawasan pesisir, seperti transportasi di sekitar pelabuhan, kegiatan perikanan, serta aktivitas bongkar muat barang. Masyarakat pesisir diimbau untuk tetap waspada dan melakukan langkah antisipasi guna meminimalkan dampak yang ditimbulkan.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca dan peringatan dini maritim melalui kanal resmi BMKG sebagai langkah mitigasi bencana.
Tim Redaksi
