SERANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah II mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Provinsi Banten yang berlaku selama tiga hari, mulai 14 hingga 16 Desember 2025.
Peringatan tersebut mencakup potensi hujan intensitas sedang hingga lebat serta angin kencang yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Dalam rilis resminya, BMKG menyebutkan bahwa pada Minggu, 14 Desember 2025, wilayah yang masuk kategori Waspada hujan sedang hingga lebat meliputi Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Lebak, Kota Cilegon, Kota Serang bagian utara, serta Kabupaten Serang bagian utara.
Sementara itu, status Siaga hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Kabupaten Pandeglang bagian timur dan selatan, serta Kabupaten Lebak bagian barat dan selatan. Untuk kategori Awas, BMKG menyatakan nihil.
Memasuki Senin, 15 Desember 2025, potensi hujan dengan status Waspada terpantau di Kabupaten Pandeglang bagian barat dan Kabupaten Lebak bagian selatan, sedangkan wilayah lainnya berada dalam kondisi relatif aman tanpa peringatan hujan lebat.
Adapun pada Selasa, 16 Desember 2025, BMKG menyatakan tidak terdapat wilayah di Provinsi Banten yang masuk dalam kategori Waspada, Siaga, maupun Awas hujan, atau dengan kata lain seluruh status hujan ekstrem dinyatakan nihil.
Namun demikian, BMKG juga menyoroti potensi angin kencang dengan kecepatan lebih dari 45 kilometer per jam. Pada 14 Desember 2025, angin kencang berpotensi melanda Kota Cilegon, Kabupaten Serang, Kota Serang, Kabupaten Pandeglang bagian barat dan utara, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, serta Kota Tangerang Selatan.
Sementara pada 15 hingga 16 Desember 2025, potensi angin kencang diperkirakan meluas dan dapat terjadi di sebagian besar wilayah Provinsi Banten.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan banjir, banjir bandang, tanah longsor, serta pohon tumbang, terutama di wilayah rawan bencana. Masyarakat juga diminta untuk selalu mengikuti perkembangan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG.
“Pastikan masyarakat terus memantau informasi terbaru dari sumber resmi BMKG dan menghindari aktivitas berisiko saat cuaca ekstrem,” demikian imbauan BMKG dalam keterangannya.
Untuk informasi cuaca yang lebih rinci hingga tingkat kelurahan atau desa, BMKG menyediakan layanan daring melalui laman cuaca.bmkg.go.id.
Tim Redaksi
