CILEGON – DPRD Kota Cilegon kembali menyoroti belum dilaksanakannya rotasi dan mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon. Kondisi ini dinilai sebagai bentuk sikap egois yang muncul akibat komunikasi yang buntu di tingkat pimpinan.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Cilegon, Ahmad Aflahul Aziz, meminta Pemkot segera membuka ruang komunikasi agar penyegaran jabatan tidak terus tertunda.
“Saya bersitegas ini agar segera dilakukan. Hal-hal teknis yang menyangkut soal komunikasi antar level pimpinan ini agar segera dilakukan. Cobalah berpikir lebih jauh, jangan berpikir egosentris,” kata Aziz kepada BantenNews.co.id, Jumat (21/11/2025).
Menurutnya, keterlambatan rotasi-mutasi bukan hanya berdampak pada dinamika birokrasi, tetapi juga mempengaruhi kinerja keuangan daerah. Hingga akhir November, pencapaian pendapatan asli daerah (PAD) baru berada di angka 56 persen atau sekitar Rp500 miliar, jauh dari target yang ditetapkan TAPD.
“Ini juga kan bicara soal rotasi-mutasi. Ada pengaruhnya, makanya agar segera dilakukan ini,” ujarnya.
Aziz juga mengingatkan dampak pada pelayanan publik. Ia menilai pegawai yang terlalu lama berada di posisi yang sama rentan jenuh, gusar, dan akhirnya bekerja tidak optimal.
Ia menegaskan bahwa dorongan DPRD agar rotasi-mutasi segera dilaksanakan murni untuk penyegaran organisasi dan kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pragmatis.
“Sekali lagi saya tegaskan ini tidak ada campur tangan ataupun cawe-cawe kepentingan. Ini bicara soal bagaimana keberlangsungan 17 program janji kampanye dan visi-misi Robinsar-Fajar,” tutupnya.
Penulis: Maulana
Editor: Usman Temposo
