Beranda Peristiwa Binturong Jawa Ditemukan Mati di Pandeglang, Diduga Dijerat dan Ditembak Warga

Binturong Jawa Ditemukan Mati di Pandeglang, Diduga Dijerat dan Ditembak Warga

Seekor Binturong Jawa (Arctictis binturong), satwa dilindungi, ditemukan dalam kondisi mati setelah sempat ditangkap warga di Desa Cikondang, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang

SERANG – Seekor Binturong Jawa (Arctictis binturong), satwa dilindungi, ditemukan dalam kondisi mati setelah sempat ditangkap warga di Desa Cikondang, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (17/1/2025). Satwa tersebut diduga menjadi korban jeratan serta tembakan senjata api rakitan.

Kepala Resort Konservasi Wilayah 3 Seksi KSDA Wilayah I Serang, Tuwuh Rahadianto Laban, mengatakan pihaknya pertama kali menerima informasi dari wartawan terkait video viral penangkapan binturong oleh warga.

“Pada Sabtu kemarin kami menerima laporan adanya video viral warga menangkap binturong. Informasi tersebut langsung kami tindak lanjuti dengan berkoordinasi bersama pihak terkait,” ujar Tuwuh saat ditemui di kantornya di Ciracas, Kota Serang, Minggu (18/1/2025).

Berdasarkan hasil koordinasi, binturong tersebut sempat dievakuasi oleh petugas BPBD Kabupaten Pandeglang sebelum akhirnya diamankan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).

Namun, saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, satwa tersebut diketahui telah meninggal dunia. Petugas menemukan sejumlah luka serius di tubuh binturong, terutama di bagian leher.

“Kondisinya sudah mati. Terdapat luka jeratan di leher serta bekas luka tembak di bagian leher bawah,” ungkapnya.

Tuwuh menegaskan, binturong merupakan satwa dilindungi sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106 Tahun 2018. Satwa tersebut berjenis kelamin jantan, dengan panjang tubuh sekitar 195 sentimeter dari kepala hingga ekor, berat diperkirakan 30–35 kilogram, dan masuk kategori dewasa.

Terkait penyebab satwa turun ke pemukiman, Tuwuh menduga faktor cuaca menjadi pemicu utama.

“Beberapa hari sebelumnya terjadi hujan deras berkepanjangan. Diduga satwa turun dari kawasan hutan ke pemukiman warga akibat kondisi tersebut,” katanya.

Namun, ketidaktahuan warga menyebabkan binturong tersebut disangka sebagai hewan buas lain, bahkan disebut sebagai serigala.

Baca Juga :  Netizen Geger Ada Grup Gay di Pontang Tirtayasa Kabupaten Serang

“Karena ketidaktahuan, warga mencoba menangkap dengan cara dijerat, bahkan terdapat luka tembak,” tambahnya.

Untuk penanganan selanjutnya, BKSDA memutuskan menguburkan bangkai binturong di kawasan Cagar Alam Gunung Tilu–Gede guna mencegah bau serta risiko gangguan kesehatan lingkungan.

Sementara itu, BKSDA menyatakan akan melakukan inventarisasi dan penelusuran lebih lanjut terkait habitat alami binturong di wilayah Pandeglang, termasuk kemungkinan adanya gangguan ekosistem yang mendorong satwa liar masuk ke kawasan pemukiman.

Penulis: Ade Faturohman
Editor: Usman Temposo