Beranda Pemerintahan Bidik Tuan Rumah PON 2032, Pemprov Banten Lobi 36 Provinsi

Bidik Tuan Rumah PON 2032, Pemprov Banten Lobi 36 Provinsi

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banten, Ahmad Syaukani. (Audindra)

SERANG – Pemerintah Provinsi Banten mulai melakukan pendekatan intensif kepada pemerintah provinsi di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2032 bersama Provinsi Lampung.

Pendekatan tersebut dilakukan karena penentuan tuan rumah PON ditentukan melalui mekanisme pemungutan suara seluruh provinsi.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Banten, Ahmad Syaukani mengatakan Banten dan Lampung telah melalui tahapan awal pencalonan dengan mendaftarkan diri sebagai kandidat tuan rumah bersama.

Menurut Syaukani, proses bidding dijadwalkan berlangsung bulan Mei mendatang. Karena itu, Pemprov Banten dan Pemprov Lampung telah membagi tugas untuk melakukan komunikasi dengan provinsi-provinsi lain yang memiliki hak suara.

“Sekarang kami sudah melakukan pendekatan kepada provinsi-provinsi yang lain sebagai pemilik suara. Kami sudah koordinasi, sudah bagi tugas. Lampung dengan provinsi mana dan Banten dengan provinsi mana, kita sudah bagi tugas,” kata Syaukani, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, pendekatan tersebut dilakukan melalui komunikasi yang dilakukan mulai saat ini untuk membangun kedekatan.

“Pendekatan ngobrol-ngobrol, komunikasi, kan tak kenal maka tak sayang,” ujarnya.

Dalam proses pendekatan, Pemprov Banten juga menawarkan sejumlah keunggulan. Salah satunya adalah kemudahan akses transportasi melalui darat, laut, atau udara. Menurutnya, sebagian besar provinsi lain masih membutuhkan penerbangan transit.

“Kalau di provinsi lain itu sebagian provinsi itu pasti transit. Misalkan dari Palembang dan Sumsel mau ke Kalimantan harus ke Jakarta dulu (transit) ganti pesawat baru ke Kalimantan,” terangnya.

“Dari Aceh dari mana, dari Papua pun pasti harus ke Jakarta dulu kan ga ada pesawat yang langsung ke Kalimantan Barat nah kalau dilaksanakan di kita ya sekali naik. Itu satu dari sisi biaya tranformasi akan lebih murah,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD Pertanyakan Hasil Kinerja dan Serapan Honor Tenaga Ahli Pemkot Cilegon

Selain itu, Banten dinilai siap dari sisi infrastruktur. Syaukani menyebut, Banten International Stadium (BIS) telah tersedia sehingga tidak memerlukan pembangunan stadion baru.

“Fasilitas sarana prasarana kita lebih memadai. Kita enggak usah bangun stadion baru. Saya rasa hampir seluruh (sarana prasarana) cabang olahraga ada di Banten. Di Tangerang saja semua lengkap dan berstandar internasional,” katanya.

Syaukani mengungkapkan, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) juga telah diajak meninjau langsung BIS sebagai salah satu upaya pendekatan.

“Pak Ketua Umum KONI sampaikan, ini kita enggak perlu bangun stadion lagi sih kalau gini, sudah jadi,” ujar Syaukani.

Syaukani mengatakan, kewajiban jaminan keikutsertaan dalam proses bidding pada Mei mendatang senilai Rp7 miliar akan ditanggung bersama oleh Banten dan Lampung. Adapun biaya pendaftaran sebelumnya sebesar Rp2 miliar telah dipenuhi dengan kontribusi masing-masing Rp1 miliar.

“Dibagi dua (untuk biaya bidding) Banten dan Lampung masing-masing Rp3,5 miliar,” ucapnya.

Penulis: Audindra Kusuma
Editor: Gilang Fattah