Beranda Peristiwa Biaya Sewa Stand Dinilai Mahal, Pawon Janji Evaluasi CFD Cilegon

Biaya Sewa Stand Dinilai Mahal, Pawon Janji Evaluasi CFD Cilegon

236
0
Pengurus Pawon dan Anggota DPRD Kota Cilegon Rahmatulloh (baju putih) saat melakukan pertemuan terkait CFD Cilegon.

CILEGON – Pengurus Paguyuban Wirausaha Cilegon (Pawon) menyatakan bakal memperbaiki dan mengevaluasi semua hal yang ada di Car Free Day (CFD) Cilegon, termasuk terkait uang sewa stand di acara mingguan tersebut yang sempat menjadi polemik karena dinilai terlalu mahal.

Demikian terungkap saat dilakukannya pertemuan Pengurus Pawon dan Anggota DPRD Kota Cilegon, Rahmatulloh, Senin (9/7/2018).

“Dari pertemuan tadi kita mendapatkan banyak masukan dari Pak Dewan. Semua masukan kita serap. Kita akan memperbaiki dan mengevaluasi semuanya. Masukan ini tentu akan menjadikan Pawon lebih baik lagi dalam mengelola CFD kedepannya,” ujar Ketua Pawon, Asep Rahmatullah kepada wartawan.

Baca Juga :
loading...

Dia menyatakan bahwa, dalam persoalan uang sewa stand senilai Rp400 ribu kepada pemilik Ayam Karawaci, hanya terjadi karena miskomunikasi saja.

Dimana diketahui pada acara CFD, kata dia, ada lokasi yang sudah dipilah-pilah yakni untuk anggota Pawon yang terdiri dari Usaha Kecil Menengah (UKM) dimana setiap meternya dipatok harga Rp10.000.

Sedangkan space lainnya merupakan space promosi yang diperuntukkan bagi pihak yang ingin berpromosi. Dia menyatakan ada sekitar 10 space yang digunakan untuk space promosi, dimana biayanya berbeda-beda mulai dari Rp150 ribu hingga Rp400 ribu.

“Sebenarnya kita sudah sediakan tempat, namun pemilik Ayam Karawaci minta sendiri di lokasi space sponsor itu. Soal ini tidak kita perpanjangan, ke depan kita evaluasi. Pengurus juga sepakat uangnya kita kembalikan,” ucapnya.

Sementara itu, Rahmatulloh Anggota DPRD Kota Cilegon menyatakan bahwa pihaknya dalam pertemuan itu hanya memberikan masukan kepada pengurus Pawon supaya ke depan lebih baik dan profesional.

Sebab, segala pungutan yang menggunakan fasilitas negera rawan menjadi temuan dan menjadi masalah hukum.

“Saya sejatinya mendukung acara CFD karena memang menjadi hiburan gratis bagi masyarakat dan juga meningkatkan ekonomi masyarakat, namun dalam pengelolaannya tidak membebani masyarakat dan memenuhi unsur aturan yang berlaku. Saya berharap Pawon memperbaiki kebijakan dan pengelolaannya. Saya ingin CFD terus dilaksanakan,” paparnya. (Man/Red)

loading...