Beranda Peristiwa BI Perwakilan Banten Ajak Ojol Ikut Berantas Peredaran Uang Palsu

BI Perwakilan Banten Ajak Ojol Ikut Berantas Peredaran Uang Palsu

Puluhan pengemudi Ojol di Banten dibekali pelatihan deteksi uang asli dan palsu. (Rasyid/bantennews)

SERANG – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Banten menggencarkan edukasi cinta, bangga, paham rupiah dengan menyasar para pengemudi ojek online (ojol) di wilayah Kabupaten/Kota Serang.

BI Banten mengambil langkah ini karena para pengemudi ojol berinteraksi langsung dan intens dengan masyarakat setiap hari.

Asisten Penyelia Perkasan BI Banten, Dimas Ardianto Sembodo, menjelaskan bahwa para pengemudi ojol bisa menjadi perpanjangan tangan yang efektif dalam menyampaikan edukasi tentang rupiah kepada masyarakat luas.

“Para pengemudi ojol ini berinteraksi langsung dengan masyarakat setiap hari. Kalau mereka paham, dampaknya bisa lebih luas. Mereka juga bisa ikut mengedukasi,” kata Dimas, Jumat (28/11/2025).

Dimas memaparkan bahwa program cinta, bangga, paham rupiah bertujuan mendorong masyarakat mengenali, merawat, dan menjaga uang rupiah sebagai alat pembayaran sah sekaligus simbol kedaulatan bangsa.

“Cinta itu artinya mengenali dan menjaga. Bangga karena rupiah adalah pemersatu bangsa sekaligus simbol kedaulatan. Sedangkan paham, mendorong masyarakat agar lebih bijak dalam berbelanja, bertransaksi, dan berinvestasi,” ujarnya.

Ia menilai bahwa peredaran uang palsu tidak hanya muncul pada momen akhir tahun, tetapi berkaitan erat dengan tingkat literasi masyarakat terhadap ciri keaslian uang rupiah.

Karena itu, BI Banten meningkatkan langkah preventif, preemtif, dan represif bersama aparat kepolisian, termasuk lewat edukasi langsung kepada masyarakat agar mereka terhindar dari uang palsu.

Dimas menegaskan bahwa para pengemudi ojol perlu memiliki kemampuan mengenali ciri keaslian uang rupiah.

Jika mereka meragukan uang yang diterima, mereka boleh menolak atau menerimanya dengan catatan kemudian melaporkannya.

“Klarifikasi keaslian uang secara resmi hanya bisa dilakukan oleh Bank Indonesia sesuai undang-undang,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa masyarakat yang meragukan keaslian uang dapat mendatangi bank terdekat atau langsung ke kantor BI.

Baca Juga :  Banjir Bandang Sajira Lebak, 7 Rumah Hanyut dan 41 Rusak Berat

Namun, jika hasil pemeriksaan menyatakan uang tersebut palsu, BI tidak mengganti uang tersebut kepada masyarakat.

“Karena uang palsu itu bukan uang dan tidak memiliki nilai,” tuturnya.

Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2026, BI Banten menyiapkan skema layanan kas keliling di sejumlah gereja di Kota Serang.

Ia mengatakan bahwa layanan ini rencananya dibuka pada 25 Desember dan beberapa hari sebelumnya, bekerja sama dengan perbankan sebagai perpanjangan tangan BI.

“Kami masih menunggu instruksi dari pusat terkait jumlahnya. Pola pelayanannya juga menyesuaikan kondisi wilayah, apakah mayoritas Nasrani atau tidak,” katanya.

Untuk wilayah yang tidak mayoritas Nasrani seperti Serang, BI Banten biasanya memfokuskan layanan pada hari perayaan saja.

Mereka memprioritaskan pecahan kecil, terutama di bawah Rp20 ribu, sementara pecahan besar seperti Rp50 ribu dan Rp100 ribu dapat masyarakat peroleh melalui ATM.

Masyarakat pun dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap uang palsu dengan menerapkan metode 3D: dilihat, diraba, diterawang.

Selain itu, masyarakat bisa memeriksa fitur pengaman seperti color shifting, yakni perubahan warna pada gambar ketika dilihat dari sudut tertentu.

Pada uang tahun emisi 2016, BI mencantumkan gambar perisai, sedangkan uang emisi 2022 menggunakan gambar bunga sebagai elemen pengaman.

“Fitur ini bisa dilihat dengan mata tanpa alat bantu dan cukup efektif untuk mengenali keaslian uang,” pungkasnya.

Penulis : Rasyid
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd