Beranda Uncategorized Bharata Muhamad Saepul Muhdori Dapat Kenaikan Pangkat Luar biasa

Bharata Muhamad Saepul Muhdori Dapat Kenaikan Pangkat Luar biasa

241
0
Komandan Satbrimob Polda Banten, Reeza Herasbudi. (Memed/bantennews)

 

PANDEGLANG – Almarhum Bharatu Muhamad Saepul Muhdori mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dari Mabes Polri atas jasanya selama bertugas di Polda Sulteng.

Komandan Satbrimob Polda Banten, Reeza Herasbudi mengatakan, meski ia tidak bergaul dengan almarhum namun meyakini jika yang bersangkutan orang baik sehingga sangat disayangkan dan merasa kehilangan atas kepergiannya.

Atas jasanya, almarhum diberikan kenaikan pangkat yang awalnya Bharatu menjadi Bharaka dari Mabes Polri.

“Iya betul, tadinya beliau pangkatnya Bharatu kemudian ada skep ada kenaikan pangkat luar biasa menjadi Bharaka,” kata Reaza usai menghadiri pemakaman, Sabtu (14/12/2019).

Namun Dansat Brimob Polda Banten ini enggan mengomentari soal penembakan korban dan warga sipil yang bersenjata, ia menyerahkan permasalahan itu ke Mabes Polri sebagai institusi yang paling berwenang mengeluarkan komentar.

“Saya tidak bisa menjelaskan itu karena saya disini biarlah nanti Mabes yang menjelaskan,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan banyak terima kasih pada semua elemen yang telah membantu mulai dari pemulangan jenazah hingga proses penguburan almarhum.

“Saya mengucapkan terimakasih pada Satbrimob Polda Sulteng, Mabes Polri dan Polres Pandeglang yang telah membantu kelancaran penjemputan jenazah hingga pemakaman. Saya juga terimakasih pada tokoh masyarakat disini karena penggalian kubur bisa berjalan lancar dan aman,” ujarnya.

Sementara itu, Sepupu almarhum Ro’uf mengaku menyerahkan semua permasalahan tersebut pada pihak kepolisian. Ia juga meminta doa pada semua agar keluarga yang ditinggalkan bisa menerima dan tabah atas kepergian almarhum.

Kami tidak bisa memberikan informasi secara detail nanti silahkan tanya saja pada aparat kepolisian yang bertugas. Ini merupakan sebuah catatan sejarah bagi keluarga dan masyarakat bahwa apapun perbuatan untuk kebaikan walaupun harus berkorban nyawa itu sebuah risiko perjuangan,” jelasnya. (Med/Red)