Beranda Bisnis Berkualitas Bagus, Ekspor Karet Lempengan Asal Banten Tembus 7 Negara

Berkualitas Bagus, Ekspor Karet Lempengan Asal Banten Tembus 7 Negara

689
0
Petugas Badan Karantina Pertanian Cilegon memeriksa karet lempengan asal Banten

CILEGON – Karantina Pertanian Cilegon merilis data sertifikasi ekspor karet lempengan periode Januari hingga pertengahan Juli 2020. Berdasarkan data IQFAST, Karantina Pertanian Cilegon telah menerbitkan 27 sertifikat dengan volume 2.178 ton yang dikirim ke tujuh Negara.

“Karet lempengan asal Banten telah diekspor ke tujuh negara dengan total volume sebanyak 2.178 ton senilai 37,5 miliar rupiah,” jelas Arum Kusnila Dewi Kepala Karantina Pertanian Cilegon, Jumat (17/7/2020).

Dalam penjelasaanya Arum mengatakan bahwa tujuh negara tersebut adalah India, Cina, Mesir, Itali, Pakistan, Afrika Selatan dan Turki.



“India merupakan negara pengimpor tertinggi karet asal Banten yang mencapai 1.512 ton,” tambah Arum.

Arum berharap ekspor karet Banten akan terus meningkat, bertambah volume dan Negara tujuan sehingga menjadi salah satu komoditas pertanian yang mendukung program Gerakan Tiga Kali Ekspor Pertanian (Gratieks) Kementerian Pertanian.

Di tempat yang sama, Heppy Diati Kepala Seksi Karantina Tumbuhan menambahkan, karet lepeng asal Banten mempunyai kualitas yang baik dan selalu disertai sertifikat kesehatan tumbuhan atau phytosanitary certificate.

“Phytosanitary Certificate merupakan jaminan kesehatan dan sebagai persyaratan wajib yang harus dipenuhi dalam hal ekspor karet sebagai mana ketentuan dalam kesepakatan Sanitary and Phytosanitary Measures (SPS),” ujar Heppy.

Secara terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil menyebutkan bahwa pihaknya akan terus mendorong ekspor pertanian dengan melakukan fasilitasi ekspor komoditas pertanian melalui program Gratieks sesuai arahan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

“Sebagaimana arahan Bapak Menteri, kami tetap medorong ekspor sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan atau nilai tambah, baik petani maupun pelaku agribisnis”, ungkap Ali.

(Man/Red)