Beranda Pilkada Serentak 2020 Beredar Video Penolakan Kader PDIP Atas Bacawalkot Tangsel

Beredar Video Penolakan Kader PDIP Atas Bacawalkot Tangsel

5206
0
Salah satu kader PDIP yang membacakan sikap penolakan terhadap kandidat bakal calon walikota Tangsel. (Istimewa)

TANGSEL – Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya video kader partai PDIP Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang menolak mendukung Bakal Calon Walikota (Bacawalkot) Tangsel, Muhamad.

Penolakan tersebut lantaran para kader dikejutkan dengan beredarnya surat dukungan yang mengatasnamakan partai PDIP terhadap Muhamad yang saat ini masih menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Tangsel.

Dalam video yang berdurasi 2.03 menit itu, para kader moncong putih yang berasal dari anak ranting hingga cabang meminta agar dewan pimpinan pusat tidak memberikan rekomendasi terhadap Muhamad.

Alasannya, selain bukan kader partai, Muhamad masih berstatus pegawai negeri sipil. Dua hal tersebut dianggap menjadi ganjalan Sekda tidak memenuhi kriteria yang diinginkan kader.

“Dengan ini kami menyatakan sikap menolak karena yang bersangkutan bukan kader internal partai melainkan ASN yang masih aktif sebagai Sekda di Kota Tangerang Selatan,” demikian isi dalam orasi di video tersebut.

“Kedua memohon kepada DPP partai PDIP konsisten merekomendasikan kader internal untuk mengikuti Pilkada 2020 sesuai amanat dari ibu Megawati saat kongres di Bali, yang mengutamakan kader internal untuk maju,” lanjutnya.

Melihat fenomena tersebut, pengamat politik Visi Strategis Indonesia Abdul Hamid menilai manuver yang dilakukan akar rumput PDIP sebagai hal yang biasa dalam dinamika politik. Meskipun, manuver tersebut tidak boleh dianggap remeh karena bisa mempengaruhi soliditas partai.

Namun, menurut Hamid, hal itu masih dalam tahap wajar. Artinya, sikap kader internal memang rasional mengingat PDIP sebagai partai penguasa yang tentunya harus punya jagoan sendiri.

“Saya memahami kekecewaan kader apabila calon internal tidak diakomodasi. Nah, sebelum keluar keputusan, para kader bersikap dengan membuat pernyataan menolak calon yang bukan kader internal. Menurut saya itu bagian dari komunikasi politik yang tengah dilakukan arus bawah partai. Mereka ingin bilang, ini loh sikap kita di akar rumput mau kader internal yang tampil, jangan orang luar,” ungkap Hamid saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2020).

Menurut Hamid, sikap arus bawah PDIP sangat lumrah mengingat partai besutan Megawati Soekarno Putri itu punya kader yang mumpuni. Mulai dari tingkat DPC hingga DPP.

Maka itu, DPP dalam memutuskan pilihannya memang harus melihat aspek. Paling dominan tentu mendorong kader sendiri untuk bertarung nanti. Khawatir nanti ketika tetap dipaksakan mengusung bukan dari internal, soliditas partai akan bergejolak. Dampaknya mesin partai tidak akan bergerak secara maksimal.

“Ini yang harus dipikirkan para elite partai sebelum memberikan rekomendasi di Kota Tangsel,” ujarnya.

Terpisah, saat dikonfirmas Ketua DPC PDIP Kota Tangsel Wanto Sugito sayangnya belum bisa dihubungi. Beberapa kali dihubungi nomor telepon genggamnya dalam keadaan tidak aktif. (Ihy/Red)