Beranda Pilkada Serentak 2020 Berebut Kursi Wakil Walikota Cilegon, Reno Yanuar Klaim Intens Konsolidasi Parpol

Berebut Kursi Wakil Walikota Cilegon, Reno Yanuar Klaim Intens Konsolidasi Parpol

Reno Yanuar

CILEGON – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Cilegon, Reno Yanuar menyatakan pihaknya sudah melakukan konsolidasi dengan semua Fraksi di DPRD Cilegon terkait pengisian Wakil Walikota Cilegon.

Dia menyatakan pada prinsipnya semua fraksi sepakat adanya keinginan perubahan kepala daerah di Pemkot Cilegon.

“Prinsipnya semua sama ingin ada perubahan kepala daerah di Pemkot Cilegon. Jangan itu lagi, itu lagi,” ujar Reno saat berbincang dengan awak media, belum lama ini.

Reno mengaku sementara ini pihaknya masih menjajaki komunikasi dengan fraksi dan partai politik koalisi pengusung Tb Iman Ariyadi dan Edi Ariadi pada Pilkada 2016 lalu.

Namum begitu, Reno belum bisa memastikan berapa partai yang mendukung dirinya untuk maju sebagai Wakil Walikota mendampingi Edi Ariadi.

“Awalnya saya juga tidak maju sebagai Wakil Walikota, namun karena banyaknya dorongan masyarakat, akhirnya saya menyatakan diri siap mengisi Wakil Walikota,” ucapnya.

Dia menyatakan siap berkompetisi memperebutkan kursi Wakil Walikota Cilegon. “Walaupun nanti saya akhirnya tidak jadi, tidak apa-apa, yang penting saya sudah mempunyai niat untuk membuat perubahan di Cilegon,” katanya.

Pria yang juga menjabat sebagai anggota DPRD Kota Cilegon ini menilai menyejahterakan masyarakat Cilegon sebenarnya mudah. Apalagi saat ini Cilegon didukung dengan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang cukup beaar yakni mencapai Rp1,9 triliun.

Selain itu juga didukung dengan banyaknya industri besar. Bahkan, kata dia, terbesar di Asia Tenggara.

“Untuk mensejahterakan masyarakat atau membangun Cilegon itu hanya tinggal niatnya saja. Niat tidak untuk membangun Cilegon. Cilegon ini wilayah kecil. Keliling seharian saja habis seharian. Dengan anggaran yang begitu besar dengan Rp1,9 triliun, sebenarnya mudah untuk membuat perubahan besar di Cilegon,” ujar Reno.

Dia mengaku miris karena di Kota Cilegon penganggurannya terbilang tinggi. Kata Reno, untuk mengikis pengangguran bisa di Cilegon perlu ada solusi yakni membentuk entrepreneurs atau wirausaha.

Sebab, cara memberikan pelatihan melalui balai latihan kerja (BLK), menurutnya, sudah tak lagi efektif.

“Solusinya menyerap pengangguran itu dengan membina masyarakat menjadi entrepreneurs atau wirausaha, walaupun hanya menjadi seorang tukang Siomay. Jadi masyarakat itu dibentuk mentalnya bukan lagi menjadi seorang buruh, tapi manjadi penguasaha. Saya berbicara seperti ini karena sebagai pelaku usaha, limbah bisa saya ubah menjadi barang yang lebih berharga,” ucap politisi PDI Perjuangan ini.

Dalam hal penataan kota, lanjut Reno, Cilegon masih mengabaikan estetika. Itu terbukti dalam penataan pusat kota masih kurang nyaman.

“Lihat saja pembangunan trotoar di Cilegon, apakah terlihat indah. Justru membuat sempit jalan. Kalau di Surabaya itu justru toko yang dibongkar untuk membangun trotoar, jadi jalan itu tidak menyempit. Begitu juga dengan Alun-Alun Cilegon itu saat ini berubah menjadi Pasar Malam. Harusnya tidak begitu, ditata dengan baik,” ucapnya. (Man/Red)