Beranda Hukum Berakhir Damai, 6 Mahasiswa yang Ditahan Polres Pandeglang Dibebaskan

Berakhir Damai, 6 Mahasiswa yang Ditahan Polres Pandeglang Dibebaskan

Mahasiswa bersama Kasat Reskrim Polres Pandeglang AKP Fajar Maulidi berfoto bersama usai musyawarah. (Memed)

PANDEGLANG – Enam mahasiswa yang sempat ditahan dan dimintai keterangan oleh Polres Pandeglang akhirnya dibebaskan. Hasil musyawarah antara perwakilan PMII, OKP dan Polres Pandeglang sepakat mengambil jalur damai.

Sekretaris Ikatan Alumni (IKA) PMII Pandeglang, Oji Fachruroji mengatakan banyak terimakasih pada semua elemen yang telah membantu jalannya mediasi kedua belah pihak hingga menemukan hasil yang diharapkan.

“Keluarga Besar Ikatan Alumni PC PMII Pandeglang mengucapkan terimakasih kepada sahabat-sahabat ketua organisasi kemahasiswaan, BEM, OKP, Ormas, NGO, tokoh pemuda Pandeglang, atas spirit solidaritas dan kekompakannya,” ucap Oji usai musyawarah, Kamis (16/9/2021).

Kata Oji, penahanan yang sempat dilakukan Polres Pandeglang pada beberapa mahasiswa kemarin hanya kesalahpahaman dan miskomunikasi saja. Oleh karena itu, dirinya meminta pada semua pihak agar masalah tersebut tidak terlalu dibesar-besarkan.

“Ucapan terimakasih kami haturkan kepada Kapolres Pandeglang beserta jajaran yang sudah membantu, memfasilitasi musyawarah terkait polemik pasca unjuk rasa (Unras) dan saat ini sahabat-sahabat sudah bisa kumpul lagi dengan keluarganya kembali,” katanya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Pandeglang, AKP Fajar Maulidi menyampaikan bahwa selama dimintai keterangan para mahasiswa sangat kooperatif dan menerima masukan sehingga jalur damai merupakan solusi yang tepat.

“Karena mereka masih kooperatif dan mendengarkan masukan dari kita, ke depannya semoga semuanya bisa menjaga kondusifitas Pandeglang,” jelasnya.

Ia juga berpesan semoga kejadian seperti ini tidak terulang kembali serta silaturahmi antara Polres Pandeglang dengan PC PMII bisa terus terjalin baik.

“Semoga hal ini bisa menjadi pembelajaran kita sama-sama dan pengalaman juga untuk mereka agar ketika melakukan aksi (Unras) tidak ada lagi miskomunikasi,” tutupnya.

(Med/Red)