TANGSEL — Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie meminta Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tangsel lebih agresif masuk ke sektor-sektor usaha swasta. Permintaan itu disampaikan di tengah perlambatan pertumbuhan ekonomi Kota Tangsel dalam setahun terakhir.
Menurut Benyamin, struktur ekonomi Tangsel selama ini sangat bergantung pada investasi swasta. Ia menyebut lebih dari 80 persen perputaran ekonomi kota ditopang aktivitas dunia usaha, baik skala besar maupun usaha kecil menengah.
“Kalau ekonomi Tangsel didominasi sektor swasta, maka Kadin jangan hanya sibuk di internal organisasi. Harus masuk dan hadir di kegiatan ekonomi masyarakat,” kata Benyamin, Senin (18/5/2026).
Pria yang akrab disapa Bang Ben itu menilai capaian makroekonomi Tangsel sejauh ini masih tergolong baik. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) disebut tertinggi di Banten. Angka kemiskinan dan pengangguran relatif rendah, sedangkan pendapatan per kapita terus meningkat.
Namun, sambungnya, di balik indikator tersebut, pemerintah kota mulai melihat gejala perlambatan ekonomi. Karena itu, Benyamin meminta adanya pergeseran fokus pembangunan ekonomi dari sektor konvensional menuju sektor baru yang lebih adaptif terhadap perubahan pasar.
Ekonomi kreatif, wisata belanja, kuliner, hingga hortikultura disebut sebagai sektor yang mulai didorong pemerintah kota untuk menopang pertumbuhan baru.
Di hadapan ratusan pengurus Kadin yang baru dilantik, Benyamin juga menyinggung posisi UMKM yang dinilai masih tertahan di level usaha informal.
Ia berharap Kadin mampu mengambil peran lebih jauh, bukan sekadar forum pengusaha, melainkan menjadi lembaga pembina yang membantu UMKM naik kelas.
“Jangan berhenti di pelatihan seremonial. UMKM harus bisa mandiri, legal, dan menciptakan lapangan kerja formal,” tutupnya.
Diketahui, sebanyak 229 pengurus Kadin Kota Tangsel dilantik dalam agenda tersebut.
Ketua Kadin Tangsel, Marhadi mengatakan kepengurusan baru akan memprioritaskan penguatan UMKM sebagai basis ekonomi daerah.
Fokus itu, kata dia, akan menyasar pelaku usaha kecil lintas sektor, mulai dari pedagang makanan hingga jasa bengkel dan pengelasan.
“Kami ingin UMKM bukan cuma bertahan, tapi menjadi kekuatan ekonomi yang menyumbang PAD Tangsel,” ujar Marhadi.
Ia mengklaim Kadin tengah menyiapkan program pelatihan digital dan pemasaran berbasis teknologi. Organisasi itu juga berencana membuat platform digital serta menghadirkan mentor pemasaran daring untuk mendampingi pelaku usaha kecil.
Selain UMKM, Kadin Tangsel menargetkan penguatan hubungan dengan pemerintah dan sektor swasta.
Menurut Marhadi, peluang kolaborasi dengan dunia usaha masih terbuka lebar setelah muncul regulasi yang mendorong asosiasi bisnis bermitra dengan Kadin.
“Kolaborasi ini penting supaya dunia usaha dan kebijakan pemerintah bisa berjalan searah,” tuturnya.
Penulis: Ahmad Rizki
Editor: Usman Temposo
