Beranda Hukum Bentuk Jiwa Wirausaha Warga Binaan, Rutan Pandeglang Adakan Pelatihan Budidaya Jamur Tiram

Bentuk Jiwa Wirausaha Warga Binaan, Rutan Pandeglang Adakan Pelatihan Budidaya Jamur Tiram

301
0
Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Pandeglang menggelar pelatihan budidaya jamur tiram pada puluhan warga binaan (Foto Memed/BantenNews.co.id)

PANDEGLANG – Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Pandeglang menggelar pelatihan budidaya jamur tiram pada puluhan warga binaan, kegiatan itu dilakukan untuk membentuk jiwa wirausaha warga binaan selama menjalani masa tahanan.

Pamong Belajar Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Pandeglang, Saripudin menyampaikan, tujuannya dari kegiatan ini agar warga binaan setelah bebas menjalani masa tahanan bisa berwirausaha atau memiliki keterampilan khusus di bidang budidaya jamur tiram.

Dia membeberkan, kegiatan ini akan berlangsung selama 4 hari berturut-turut yang dimulai sejak hari ini. Nantinya para warga binaan bakal diajarkan langsung bagaimana cara proses budidaya jamur mulai dari menyiapkan media tanam hingga pemeliharaan jamur.

“Nanti akan belajar mengemas dan membuat baglog (media untuk jamur tumbuh), nantinya baglog itu akan dikukus terlebih dahulu sebelum diberi bibit jamur. Setelah diberi bibit jamur selanjutnya akan disimpan di rak penyimpanan hingga nanti didapatkan hasilnya,” bebernya, Senin (19/8/2019).

Kata Saripudin, sebetulnya di wilayah Pandeglang masih banyak bahan baku untuk budidaya jamur tiram yang belum bisa dioptimalkan. Oleh sebab itu ia ingin warga binaan yang mendapatkan pelatihan bisa memanfaatkan bahan yang sudah tersedia di wilayah masing-masing.

“Harapannya setelah keluar dari sini mereka punya bekal buat wirausaha dan bisa mengangkat perekonomian keluarga,” katanya.

Ditempat yang sama, Kasubsi Peltah Rutan Kelas IIB Pandeglang, Alwan menambahkan, peserta yang mengikuti pelatihan budidaya jamur tiram terdiri dari 3 orang perempuan dan 27 orang laki-laki.

Ia mengungkapkan alasan kenapa budidaya jamur yang dipilih untuk diajarkan kepada warga binaan, hal itu lantaran bahan-bahan yang digunakan mudah didapat dan keuntungan yang menjanjikan.

“(Warga Binaan) yang kami ikut sertakan pada umumnya sedang dalam usulan cuti bersyarat atau pembebasan bersyarat. Secara ekonomi dalam 1 baglog ini modalnya hanya Rp1.500 sedangkan keuntungannya sekitar Rp 10.000, kalau sudah berhasil keuntungannya bisa sangat besar,” terangnya. (Med/Red)