Beranda Pendidikan BEM Serang Adakan Jambore Jadikan Budaya Sebagai Alat Pemersatu

BEM Serang Adakan Jambore Jadikan Budaya Sebagai Alat Pemersatu

854
0
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Serang mengadakan Jambore tingkat Provinsi Banten

SERANG – Ditengah ancaman disintegrasi bangsa, berbagai pihak melakukan berbagai upaya untuk merekatkan keutuhan bangsa. Begitu juga dengan apa yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Serang.

Melalui Jambore tingkat Provinsi Banten, BEM Serang mencoba untuk mendorong peningkatan persatuan dan kesatuan bangsa, berbasis kebudayaan.

Jambore yang bertemakan ‘Budaya Sebagai Identitas Perekat Pemersatu Bangsa’ ini, diikuti oleh 200 peserta dari perwakilan seluruh BEM yang ada di Banten.

Asisten Daerah (Asda) 3 Provinsi Banten, Samsir mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi agenda yang dilakukan oleh BEM Serang ini. Menurutnya, agenda ini merupakan agenda yang harus didukung.

“Oleh karenanya kami dari Pemerintah Provinsi Banten sangat mendukung agenda ini dilakukan,” ujarnya kepada awak media di salah satu hotel di Kota Serang, Jumat (23/8/2019).

Samsir mengatakan, dukungan yang diberikan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, adalah melalui dukungan anggaran. Karena menurutnya, mahasiswa dalam melakukan sebuah acara, selalu terkendala anggaran.

“Pasti ada dukungan yang lain, namun yang paling utama adalah kami mendukung melalui anggaran. Karena biasanya mereka kesulitan disana,” terangnya.

Kabid Kebudayaan pada Dindikbud Kota Serang, Evie Sofiyah Usman, mengatakan bahwa tema kegiatan ini sangatlah tepat. Karena menurutnya, budaya sangat efektif untuk dijadikan sebagai alat pemersatu.

“Kita kan beragam. Banyak sekali perbedaan diantara kita dari bahasa, suku, dan agama. Tapi dengan budaya, kita bisa persatukan. Melalui apa? Salah satunya dengan kesenian,” ujarnya

Ia juga mengatakan bahwa mahasiswa sangat berperan aktif dalam mempersatukan bangsa, melalui kebudayaan. Karena, lanjutnya, mahasiswa memiliki energi yang besar dalam melakukan hal tersebut.

“Sehingga dengan melakukan Jambore kebangsaan ini, dapat memberikan kontribusi yang besar dalam mempersatukan masyarakat dan generasi penerus,” ujarnya.

Sementara itu, Presidium BEM Serang, Fakhrur Khafidzi, mengatakan bahwa saat ini para pemuda dan mahasiswa memiliki kepribadian yang tempramental. Hal ini, lanjutnya, dapat dilihat dari mudahnya pemuda dan mahasiswa, diadu domba antar sesama.

“Kalau sedikit saja berbeda, gampang chaos. Karena budaya yang dibangun itu, sebenarnya lebih banyak dari budaya-budaya luar,” ujarnya.

Oleh karena itu, katanya lagi, melalui kebudayaan BEM Serang menginginkan adanya perubahan sikap yang dimiliki oleh pemuda dan mahasiswa. Dengan begitu, diharapkan pemuda dan mahasiswa, dapat menjadi generasi penerus yang maju.

“Hari ini kami mengusung tema kebudayaan ini sebagai pemersatu bangsa, agar menjadi filter bagi pemuda dan mahasiswa generasi bangsa, untuk menjadi generasi yang lebih maju,” katanya.

Saat ditanya apakah Jambore kebangsaan ini berkaitan dengan peristiwa yang terjadi terhadap masyarakat, khususnya mahasiswa Papua, di berbagai daerah, ia mengatakan bahwa itu hanya kebetulan.

“Sebenarnya kami mempersiapkan agenda ini sudah 5 bulan lamanya. Nah kebetulan terjadi peristiwa Papua itu. Jadi secara langsung, agenda ini juga membicarakan persoalan tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa peristiwa yang menimpa mahasiswa Papua, merupakan akibat dari tidak adanya nilai-nilai kebudayaan yang ditanamkan dalam pendidikan di Indonesia.

“Itu sebenarnya dampak dari pendidikan yang ada di negara kita, yang tidak melekatkan budaya asli Indonesia tentang cinta tanah air, tentang toleransi. Harusnya ini yang difokuskan oleh pemerintah,” ucapnya.

(Red)