TANGSEL — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) belum memastikan perpanjangan pembelajaran jarak jauh (PJJ) setelah masa belajar dari rumah berakhir.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie, memilih menunggu hasil rapat Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS).
Benyamin mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten telah mengimbau daerah memperpanjang PJJ hingga 11 September 2026. Namun, menurut dia, imbauan tersebut tidak mengikat pemerintah kota.
“Memang ada surat imbauan dari Provinsi Banten bahwa seyogianya diperpanjang sampai tanggal 11. Tapi itu bersifat imbauan,” kata Benyamin saat ditemui usai paripurna di DPRD Tangsel, Rabu (9/9/2026).
Pemkot Tangsel kini mempertimbangkan dua indikator utama, yakni sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) dan kondisi kesehatan masyarakat, terutama perkembangan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Benyamin menyebut, laporan terakhir Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangsel belum menunjukkan kenaikan kasus ISPA.
“Sampai hari ini laporan terakhir tidak ada kenaikan angka ISPA,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuka peluang sekolah kembali menggelar pembelajaran tatap muka. Namun, Benyamin meminta sekolah memperketat aktivitas siswa di luar ruangan untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik.
“Kalaupun besok kegiatan belajar tatap muka, dengan catatan pakai masker kalau di luar ruangan,” katanya.
Sekolah juga perlu mengurangi waktu istirahat siswa di luar ruangan. Benyamin meminta siswa langsung pulang setelah kegiatan belajar selesai.
“Jam istirahat dikurangi, anak-anak di luar ruangan. Dan sebaiknya cepat pulang,” ucapnya.
Benyamin juga memperhatikan arah angin yang membawa abu vulkanik dari GAK. Ia menerima informasi bahwa GAK kembali erupsi, tetapi angin membawa abu ke arah barat daya, bukan ke timur menuju Tangsel.
“Memang terjadi erupsi lagi di Gunung Anak Krakatau, tapi arah anginnya ke arah barat daya. Bukan ke arah timur, ke wilayah sini,” tuturnya.
Ia juga menyebut kualitas udara Tangsel masih relatif baik. Menurut laporan yang diterimanya, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) berada di sekitar angka 65.
Karena itu, Pemkot Tangsel belum mengambil keputusan final. Benyamin menyerahkan keputusan perpanjangan PJJ kepada hasil rapat Dinas Pendidikan, Dewan Pendidikan, dan MKKS.
“Ada kemungkinan seperti itu, tapi saya serahkan kepada hasil rapat hari ini,” tegas Benyamin.
Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, memperpanjang PJJ bagi siswa SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) hingga Jumat, 11 September 2026. Pemprov Banten mengambil langkah tersebut karena kondisi udara dan ancaman abu vulkanik GAK masih menjadi perhatian.
Andra juga menyebut kasus ISPA di Banten meningkat. Dari kondisi normal sekitar 2.000 kasus, laporan terakhir menunjukkan angkanya mencapai sekitar 4.500 kasus.
GAK masih berstatus Siaga atau Level III sejak 2 Juli 2026. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat abu meningkat, serta menggunakan masker dan pelindung mata.
Penulis : Ahmad Rizki
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd
