Beranda Pemerintahan Belum Hasilkan PAD, Kinerja PT BGD Disorot

Belum Hasilkan PAD, Kinerja PT BGD Disorot

317
0
Gubernur Banten Wahidin Halim - foto istimewa

SERANG  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menilai kinerja PT Banten Global Development (BGD) belum maksimal. Pemprov juga menilai, hingga saat ini Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Banten itu belum sama sekali memberikan kontribusi pendapatan asli daerah (PAD).

Infromasi yang dihimpun, dari 36 Kerjasama Operasional (KSO) yang ada di PT BGD dianggap belum mampu menghasilkan keuntungan atau deviden ke kas daerah (Kasda). Padahal, anggaran yang sudah dikucurkan Pemprov ke BGD sudah mencapai Rp30 miliar.

Gubernur Banten, Wahidin Halim (WH) mengatakan, pihaknya kini sedang melakukan proses pembenahan kinerja PT. BGD. Hal itu dilakukan agar perusahaan plat merah itu menjadi lebih produktif dan menghasilkan keuntungan.

Padahal, lanjut WH, potensi pendapatan dari sektor ini sangat besar jika dalam menjalankannya dilakukan secara profesional.

“Jangan ini mah kasus hukum mulu yang ditinggalkan. Terakhir Polda Banten kembali menetapkan tersangka dari jajaran mantan direksi BGD karena kasus KSO tambang emas di Lebak,” kata WH, Selasa (7/7/2020).

WH menjelaskan, dalam sejarahnya, BGD memang penuh dengan permasalahan hukum. “Sudah berapa kali mantan jajaran direksinya yang ditangkap. Sekarang masih ada yang dipanggil oleh Kejati, Polda dan KPK berkenaan dengan proses akuisisi dan perjalanan BGD sendiri,” katanya.

Untuk menghindari hal serupa terjadi pada masa kepemimpinannya, WH menegaskan, akan mengganti seluruh jajaran direksi BGD ia ganti meskipun statusnya sampai sekarang masih Pelaksana Tugas (Plt). Namun, tambahnya, kedepan ia akan lakukan pendefenitipan agar kewenangan yang dimilikinya tidak terbatas seperti sekarang.

“Dari 2017 sampai sekarang tidak ada yang ditangkap. Artinya Pemprov memberikan pembinaan terhadap BUMD, supaya jangan sampai menimbulkan masalah. Kita lakukan reshuffle secara menyeluruh,” tegasnya.

Setelah strukturnya kita benahi, lanjut WH, kemudian sistem KSO-nya juga akan kita benahi, salah satunya wear house yang ada di bandara Soekarno-Hatta, Tangerang yang akan ditertibkan.

“Kemarin tim yang di lapangan sudah saya panggil. Kita akan restrukturisasi seluruhnya, karena ada potensi di situ sebagai gudang. Nanti akan kita hidupkan lagi supaya lebih rapi, peran BGD dimana, perusahaan dimana,” ujarnya.

Ditambahkan WH, kalau sudah rapih semuanya, ke depan tentu harapan kami akan ada deviden yang masuk ke Kasda semakin bagus. “Semua ini memang masih dalam perbaikan,” katanya.

(Mir/Red)