Beranda Pemerintahan Belum Divaksin Hingga Hari Penyoblosan Pilkades, Sekda Serang: Tak Hilangkan Hak Suara

Belum Divaksin Hingga Hari Penyoblosan Pilkades, Sekda Serang: Tak Hilangkan Hak Suara

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Tubagus Entus Mahmud Sahiri memberikan keterangan kepada awak media

KAB. SERANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang terus gencar melaksanakan vaksinasi Covid-19 di 144 desa yang menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2021.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang, Tubagus Entus Mahmud Sahiri mengatakan, vaksinasi di desa-desa yang akan melaksanakan Pilkades memang terus dilakukan. Namun jika saat hari pemilihan masih ditemukan warga yang belum divaksin, itu tidak akan menghilangkan hak demokrasinya.

“Tetapi apabila sampai dengan tanggal 31 Oktober masih ada warga yang belum divaksin itu tidak menghilangkan hak demokrasinya tetap harus diberikan kesempatan untuk memberikan suara di dalam Pilkades,” ujar Entus, Rabu (27/10/2021).

Kendati demikian, Entus berharap bagi masyarakat yang berada di desa-desa yang akan menggelar Pilkades dapat tervaksin semuanya.

“Tapi kita harapkan masih ada waktu seluruhnya masyarakat yang akan melaksanakan Pilkades, panitianya kemudian calon-calon kepala desanya kita harapkan mereka sudah divaksin kecuali yang komirbid,” ucap Entus.

Hal senada juga dikatakan oleh Muniri selaku Ketua Pilkades Serentak 2021 di Desa Singamerta, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang.

“Vaksinasi di Desa Singamerta itu nanti tanggal 28 Oktober. Saya melihat di instruksi daripada Setda bahwasanya untuk vaksin yang melaksanakan Pilkades memang wajib vaksin tetapi tidak jadi syarat mencoblos untuk vaksin,” kata Muniri.

Sekadar diketahui, Pilkades Serentak 2021 Kabupaten Serang akan diikuti oleh 528 calon kepala desa (Cakades) dari 144 desa untuk memperebutkan kursi kepala desa di masing-masing desanya pada Minggu, 31 Oktober 2021 mendatang. Pelaksanaan pesta demokrasi pada tahun ini diwajibkan memakai protokol kesehatan yang ketat dikarenakan dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19.

(Nin/Red)