
TANGSEL – Kebakaran lahan kosong di Jalan Tarumanagara, Kelurahan Pisangan, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), membuat 12 warga mengalami gangguan pernapasan akibat kepulan asap tebal.
Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan, petugas membawa 12 warga ke puskesmas setelah mereka mengalami sesak napas. Sebagian warga kini sudah kembali ke rumah.
“Ada 12 orang yang dilarikan ke puskesmas, alhamdulillah sebagian sudah pulang,” kata Bambang, Jumat (4/9/2026).
Asap kebakaran juga mengganggu aktivitas belajar. Polisi meminta SMK Kesehatan Nusantara menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar karena lokasi sekolah berada tepat di depan lahan yang terbakar.
“Kegiatan belajar mengajar di sekolah juga kami minta diliburkan sementara,” ujar Bambang.
Kebakaran bermula pada, Kamis (3/9/2026), sekitar pukul 10.00 WIB. Api sempat padam, tetapi kembali muncul pada malam hari dan membesar hingga Jumat.
Hingga Jumat siang, asap masih mengepul dari lahan yang berada di depan Kantor Kelurahan Pisangan dan belakang Kampus 2 UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Polisi menduga pembakaran sampah menjadi pemicu awal kebakaran. Api kemudian merambat ke tumpukan kayu dan sampah kering. Cuaca kering serta angin kencang mempercepat penyebaran api.
Namun, polisi belum memastikan penyebab kebakaran.
“Kami masih melakukan penyelidikan,” tegas Bambang.
Petugas mengerahkan 12 unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan api. Sebanyak 10 unit berasal dari Kota Tangsel, sedangkan dua unit lainnya mendapat bantuan dari DKI Jakarta.
Petugas menghadapi kendala karena titik api berada di bawah permukaan tanah. Kondisi itu membuat api sulit dijangkau meski petugas sudah menyiram permukaan lahan.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangsel mengerahkan alat berat. Petugas menggunakan alat tersebut untuk mengurai tumpukan material di dalam lahan sehingga titik api bisa mereka jangkau.
Penulis : Ahmad Rizki
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd