Beranda Bisnis Begini Cara Supaya Tidak Tertipu Membeli Rumah Berkedok Syariah

Begini Cara Supaya Tidak Tertipu Membeli Rumah Berkedok Syariah

223
0
Ilustrasi - foto istimewa tribunnews.com

SERANG – Belakangan ini banyak perumahan syariah mencuat karena ada penipuan berkedok pengembang syariah. Kamu jangan langsung percaya saja bila ada yang menawarkan promo berkedok syariah.

Direktur Indonesia Development and Islamic Studies (IDEAS) dan Staf Pengajar FEUI Yusuf Wibisono menjelaskan calon pembeli harus memperhatikan rekam jejak developer tersebut. Misalnya mulai mencari tahu latar belakang pengembang, pemilik sampai memastikan melalui website.

“Harus dicari tahu juga apakah perusahaan tersebut sudah berdiri cukup lama atau belum. Kantor fisiknya jangan lupa didatangi, jangan sampai berbekal brosur saja langsung ambil rumah, pastikan dulu perusahaannya ada atau tidak,” kata Yusuf dikutip dari detik.com.

Dia menambahkan, saat mendatangi lokasi proyek pembangunan. Calon pembeli juga harus kritis mencari tahu apakah ada masalah pada lahan tersebut. Hal ini bisa ditanyakan kepada warga sekitar lahan.

Kemudian, pembeli juga jangan mudah tergiur dengan harga yang murah dan tidak wajar. Harus melakukan pula perhitungan sendiri sebelum mendapatkan hitung-hitungan harga rumah.

“Iming-iming harga ini sering kali menyilaukan pembeli ya, kalau ada developer yang sangat murah justru harus diwaspadai jangan-jangan ada apa apanya dia. Bisa saja di awal-awal dibangun, tapi gelombang berikutnya dibawa kabur uangnya, jadi harus hati-hati” jelas dia.

Developer dan praktisi properti syariah, Amin mengungkapkan untuk calon pembeli rumah syariah harus memperhatikan legalitas developer tersebut. Selanjutnya, pastikan developer tersebut tergabung dalam sebuah komunitas.

“Ini sangat penting, yang bermasalah kemarin itu mereka berdiri sendiri. Kalau yang komunitas insyaallah aman karena ada jaringannya,” ujar dia.

Amin juga menyampaikan, agar calon pembeli jangan mudah percaya dengan harga yang sangat murah. “Misalnya ada harga rumah Rp 50 juta, ya mana mungkin itu, harga tanah berapa, bangunan berapa, biaya jasanya berapa. Jadi jangan sampai tergoda rumah yang sangat murah,” kata dia.

(Red)