Beranda Bisnis Begini Cara Beberapa Bank di Banten Hadapi Masa Transisi New Normal

Begini Cara Beberapa Bank di Banten Hadapi Masa Transisi New Normal

365
0
Ilustrasi - foto istimewa perbankan Indonesia

SERANG – Pemerintah Provinsi Banten terus berupaya menghidupkan perekonomian masyarakat di masa pandemi Covid-19 . Dalam menjalankan kondisi New Normal yang dilakukan pemerintah, beberapa perbankan punya sikap agar aktivitas perbankan tetap optimal melayani kebutuhan masyarakat Banten. Beberapa perbankan di Banten melakukan berbagai upaya dalam menghadapi masa transisi new normal ini.

Arief Gunawan dari Bank Woori Saudara yang juga Ketua Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Tangerang mengatakan bahwa pada kondisi new normal, bank memegang peranan penting dalam pemulihan ekonomi.

Saat ini, bank dituntut bergerak cepat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, yaitu mendorong nasabah melakukan transaksi melalui digital banking. Ke depan, perbankan diharapkan mendorong penggunaan uang digital dan mampu menerapkan teknologi tepat guna sehingga kontak langsung dengan nasabah dapat diminimalisir. Termasuk mendigitalisasi “perjanjian kredit” yang saat ini masih membutuhkan tanda tangan basah dan kehadiran bersama notaris pada saat akad kredit.

“Hal tersebut kiranya dapat memberi daya dukung pertumbuhan ekonomi di era industri 4.0 dengan memanfaatkan teknologi secara maksimal,” ujarnya melalui rilis dari Bank Indonesia Perwakilan Banten yang diterima BantenNews.co.id, Jumat (24/6/2020).

Budi Mulia dari Bank Mandiri yang juga Ketua BMPD Serang mengatakan bahwa dalam menghadapi new normal, perbankan hendaknya fokus pada 2 (dua) hal yaitu restrukturisasi kredit pada debitur yang terdampak pandemi Covid-19 terutama segmen UMKM dan upaya peningkatan efisiensi dalam mengimbangi interest income yang melemah.

Ronny Rochim dari Bank Panin yang juga Ketua BMPD Cilegon, mengatakan bahwa adalah penting untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat dalam menghadapi era new normal dengan protokol kesehatan yang baik. Layanan melalui teknologi perbankan atau layanan digital akan lebih efektif karena transaksi dapat dilakukan tanpa dibatasi ruang dan waktu sehingga kesehatan dapat terjaga, bisnis terus berjalan dengan fasilitas dan kemudahan yang ditawarkan.

Sofyan dari Bank Bukopin mengatakan bahwa dengan meningkatnya kembali aktivitas masyarakat seiring dengan penerapan kebijakan new normal, perbankan perlu berperan secara optimal dalam memenuhi kebutuhan para pelaku ekonomi dalam pelayanan jasa perbankan. Dengan kemudahan akses likuiditas akan menstimulus peningkatan nilai tambah transaksi sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi secara bertahap kembali seperti sedia kala. Kebijakan stimulus likuiditas sangat dibutuhkan sebagai “suplemen energi” bagi sektor riil dalam menciptakan produk dan komoditas yang diperlukan masyarakat sehingga sektor riil dapat terus eksis dan survive di tengah pandemi yang belum mereda.

Bank Indonesia berharap perbankan di Provinsi Banten terus berperan optimal dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan siap dengan dukungan tekonologi dalam era digitalisasi layanan dan semakin berkembangnya instrumen pembayaran non-tunai, seperti halnya penerapan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) di Provinsi Banten dimana terdapat ±190.000 pengguna QRIS antara lain merchant, pasar, rumah ibadah. (Dhe/Red)