Beranda Pemerintahan Bayi Dibuang di Anyer, Bupati: Jangan Cuma Dibuat, Lalu Dibuang

Bayi Dibuang di Anyer, Bupati: Jangan Cuma Dibuat, Lalu Dibuang

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menggendong bayi yang ditemukan di Anyer saat dirawat di RSDP. (Iyus/bantennews)

KAB. SERANG — Kasus pembuangan bayi di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang, memantik keprihatinan mendalam dari Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah. Ia mengecam tindakan orang tua yang tega membuang darah daging sendiri usai melahirkan.

Menurut Zakiyah, siapa pun yang melahirkan anak wajib bertanggung jawab penuh, termasuk jika kehamilan terjadi di luar pernikahan.

Ia menilai, tindakan membuang bayi sebagai perbuatan tidak manusiawi dan tidak boleh ditoleransi.

“Siapa pun yang berbuat harus bertanggung jawab. Jangan cuma bikinnya doang, tapi ketika sudah lahir malah dibuang,” tegas Zakiyah, Kamis (21/5/2026).

Ia mengungkapkan, bayi yang ditemukan warga di Anyer kini sudah mendapat penanganan medis dan berada di ruang perawatan bayi rumah sakit.

Pemerintah Kecamatan Anyer bersama Dinas Sosial juga langsung bergerak mengevakuasi bayi tersebut begitu laporan diterima.

Zakiyah mengaku, syok setelah mengetahui pelaku pembuangan bayi ternyata warga Anyer sendiri. Ia menyebut kasus itu menjadi tamparan keras bagi masyarakat Kabupaten Serang.

“Masya Allah, ternyata orang Anyer, orang kita sendiri. Saya sangat prihatin,” ujarnya.

Zakiyah mengingatkan masyarakat agar tidak meniru tindakan serupa. Ia meminta warga tetap bertanggung jawab terhadap anak yang dilahirkan dalam kondisi apa pun.

“Kalau memang sudah terjadi di luar pernikahan, tetap harus bertanggung jawab terhadap darah dagingnya. Jangan sampai dibuang,” katanya.

Sementara itu, aparat kepolisian disebut sudah mengamankan pelaku dan kini mendalami kasus tersebut. Pemerintah daerah memastikan bayi dalam kondisi mendapatkan pengawasan medis dan perlindungan sosial.

Penulis : Tb Moch. Ibnu Rushd
Editor : Gilang Fattah