Beranda Pilkada Serentak 2020 Bawaslu Pandeglang Sebut Daftar Pemilih Pilkada Terjadi Penurunan

Bawaslu Pandeglang Sebut Daftar Pemilih Pilkada Terjadi Penurunan

315
0
Karsono, Komisipner Bawaslu Pandeglang. (Memed/bantennews.co.id)

PANDEGLANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pandeglang menyatakan terjadi penurunan jumlah daftar pemilih  Pilkada Pandeglang. Perbandingan itu berdasarkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 lalu dengan jumlah yang ada di formulir model A-KWK pada 2020.

Koordinator Divisi Pengawasan pada Bawaslu Pandeglang, Karsono menyebutkan, DPT terakhir pada Pemilu 2019 sebanyak 930.761 pemilih tapi pada tahun 2020 ini data pemilih yang masuk dalam dokumen AKWK cuma sebanyak 920.741 pemilih.

“Ini agak turun sehingga khawatir ada lapisan masyarakat yang tidak masuk data pemilih, sehingga Bawaslu mengimbau semua masyarakat ikut berperan aktif untuk mengawasi proses pemutakhiran data,” tegas Karsono, Rabu (29/7/2020).

Menurutnya, seharusnya data tersebut bisa kembali bertambah karena proses coklit sedang dilakukan petugas di lapangan.

“Mestinya fluktuatif karena proses coklit sedang dilakukan di bawah, makanya kami mengimbau pada teman-teman yang melakukan coklit ini harus dilakukan serius, khawatir ada masyarakat yang tidak bisa memilih karena ada kelalaian petugas,” jelasnya.

“Logikanya data pemilih ini harus naik. Kemarin (Pemilu 2019)  930 ribu, karena ada pemilih pemula yang potensi dari 17 April 2019 sampai 9 Desember 2020 seharunya naik tapi ini menjadi turun,” sambungnya.

Kata dia, selama poses coklit yang dipantau oleh Bawaslu di semua kecamatan dan kelurahan/desa, pengawas dari Bawaslu juga memberikan saran dan perbaikan pada petugas coklit agar dilakukan sesuai ketentuan melalui datang ke rumah-rumah warga secara langsung.

“Kami berharap tidak ada masyarakat yang sudah memenuhi syarat untuk memilih tidak terlewat untuk dicoklit,” harapnya. (Med/Red)