Beranda Kesehatan Bawaslu dan Panwascam se-Pandeglang Jalani Tes Swab

Bawaslu dan Panwascam se-Pandeglang Jalani Tes Swab

Anggota Panwascam sedang diambil lendir untuk dilakukan uji Swab oleh petugas medis dari Dinas Kesehatan Pandeglang. (Foto: Memed/Bantennews.co.id)

PANDEGLANG – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan Panwaslu kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Pandeglang melakukan kegiatan tes usap alias swab untuk memastikan bahwa tim pengawas bebas dari virus Covid-19.

Kegiatan tersebut dilakukan di Kantor Sentra Gakumdu Pandeglang yang beralamat di jalan raya AMD Lintas Timur Kelurahan Karangtanjung, Kecamatan Karangtanjung, Kabupaten Pandeglang.

Ketua Bawaslu Pandeglang, Ade Mulyadi menegaskan, selain sebagai salah satu keharusan bagi pengawas Pemilu kegiatan ini juga untuk memastikan bahwa para anggotanya terbebas dari virus Covid-19.

“Kegiatan ini sebagai salah satu yang harus di penuhi untuk memastikan bahwa protokol kesehatan kami laksanakan. Kami hari ini menargetkan 150 orang, itu dari jajaran Bawaslu Pandeglang beserta dengan staf dan juga Panwas kecamatan serta dari unsur Gakumdu yang tes disini,” kata Ade ditemui di lokasi kegiatan, Senin (12/10/2020).

Ia melanjutkan, setelah kegiatan ini selesai pihaknya akan mengkroscek ulah berapa jumlah anggota yang sudah di Swab dan berapa yang tidak hadir. Jika masih ada anggota baik Bawaslu atau Panwas kecamatan yang belum melakukan tes Swab maka disarankan agar mereka melakukan tes Swab secara mandiri.

“Nanti ada berapa orang yang tidak hadir akan kami beritahukan agar melakukan Swab di kecamatan atau Swab mandiri. Kalau ada yang positif akan kami komunikasikan dengan tim gugus tugas apakah yang bersangkutan kategori OTG supaya isolasi mandiri atau seperti apa akan kami koordinasikan dengan tim gugus tugas,” ungkapnya.

Rencananya, Bawaslu juga akan melakukan uji Swab pada anggota sekretariat Panwascam dan anggota Panwasdes yang akan dilaksanakan di masing-masing kecamatan.

“Akan dilakukan juga tes Swab di masing-masing kecamatan bagi 280 staf Panwascam dan 339 Panwas desa, kami sengaja tidak melakukan secara berbarengan karena kalau berbarengan jumlahnya terlalu banyak dan tempatnya ini terlalu kecil,” jelasnya. (Med/Red/SG)