Beranda Peristiwa Basarnas Ungkap Fakta Video Drone Diduga Rekam Speedboat 5 Jurnalis Dekat Anak...

Basarnas Ungkap Fakta Video Drone Diduga Rekam Speedboat 5 Jurnalis Dekat Anak Krakatau

‎Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banten Al Amrad.

PANDEGLANG – Kepala Basarnas Banten, Al Amrad angkat bicara soal video drone yang viral di media sosial (Medsos) yang diduga merekam Speedboat Arupadhatu I di sekitar Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda. Tim SAR memastikan informasi itu sudah ditindaklanjuti dengan pencarian langsung di lokasi, namun hasilnya nihil.

Memasuki hari kedelapan operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak Speedboat Arupadhatu I, Basarnas mengerahkan personel hingga mendekati pesisir Gunung Anak Krakatau untuk memverifikasi video yang beredar sejak 13 September 2026.

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad mengatakan, KN SAR Tetuka menurunkan sea rider dan menerbangkan drone di sekitar pesisir Anak Krakatau. Tim bahkan mendekat hingga sekitar 500 meter dari bibir pantai gunung untuk memastikan objek yang viral tersebut.

“Kami melakukan cross-check terhadap informasi yang beredar di Instagram. Sea rider diturunkan, drone juga diterbangkan untuk memastikan lokasi tersebut. Hasilnya nihil,” kata Al Amrad di Posko SAR Marina Lippo Carita, Selasa (15/9/2026).

Al Amrad menjelaskan, pencarian di sekitar Anak Krakatau dilakukan dalam radius sekitar 4 kilometer. Meski status Gunung Anak Krakatau masih berada di Level III (Siaga), pada hari kedelapan tidak terjadi erupsi sehingga operasi pencarian tetap dilanjutkan.

Selain menyisir kawasan Anak Krakatau, tim SAR juga membagi area pencarian menjadi lima sektor dengan luas total 3.962 mil laut persegi. Sebanyak 20 armada laut dikerahkan, terdiri dari empat KRI TNI AL, kapal KN SAR dari Basarnas, kapal Polairud, RBB, hingga kapal pendukung lainnya.

Di sektor A, KRI Gilimanuk dan KRI Lauser menyisir sekitar 1.026 mil laut persegi di perairan barat Teluk Belimbing, Lampung, selama sekitar 10 jam dengan hasil nihil.

Baca Juga :  AOPGI Banten Gelar Coaching Clinic Dorong Manajemen Risiko Pendaki Gunung

Sektor B seluas 780 mil laut persegi disisir KN SAR Antasena bersama KP Sanjaya di sekitar Pulau Panaitan. Hasil pencarian juga nihil.

Sementara sektor C mencakup 825 mil laut persegi dari timur laut Pulau Panaitan hingga pesisir Anak Gunung Krakatau. KN SAR Tetuka melakukan pencarian selama sekitar sembilan jam, termasuk memverifikasi video drone viral, namun tidak menemukan tanda-tanda keberadaan speedboat maupun korban.

KRI Lepu melanjutkan penyisiran di perairan tenggara Gunung Anak Krakatau selama sekitar 10 jam, sedangkan KRI Kerambit menyisir kawasan tenggara Pulau Sebesi selama delapan jam. Kedua operasi itu juga belum membuahkan hasil.

Basarnas mengakui cuaca menjadi salah satu kendala di lapangan. Sepanjang Senin, kondisi perairan Selat Sunda didominasi cuaca berawan dan berkabut dengan jarak pandang hanya 1 hingga 1,5 mil laut. Tinggi gelombang berkisar 0,5–2,5 meter, terutama di wilayah yang mengarah ke Samudera Hindia.

Hingga hari kedelapan, pencarian terhadap delapan korban Speedboat Arupadhatu I masih terus berlanjut meski seluruh sektor yang disisir tim gabungan belum menemukan petunjuk baru.

Penulis: Mg-Madani Prasetia
Editor: Wahyudin