Beranda Pendidikan Banyak Calon Siswa Diterima Sekolah Negeri, Dindikbud Banten Kaji Tambah Rombongan Belajar

Banyak Calon Siswa Diterima Sekolah Negeri, Dindikbud Banten Kaji Tambah Rombongan Belajar

Plt Kepala Dindikbud Banten M Yusuf. (Iyus/bantennews.co.id)

SERANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten masih mengkaji potensi penambahan rombongan belajar (rombel). Hal itu guna mengakomodir calon siswa yang tak diterima di SMA/SMK negeri pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dindikbud Provinsi Banten, M Yusuf menyebutkan setidak terdapat tiga pertimbangan dalam melakukan penambahan rombel. Pertama, pertimbangan sekokah swasta, kedua pertimbangan ruang kelas dan terakhir guru yang akan mengajar.

“Jadi ini masih kita kaji. Belum diputuskan. Saya bisa memaklumi keinginan orang tua ingin sekolah di sekolah negeri, namun sekolah negeri mempunyai keterbatasan daya tampung hanya sekitar 40 persen, berarti ada sisanya yang harus sekolah di sekolah swasta,” kata Yusuf saat dihubungi, Jumat (3/7/2020).

Selain itu, lanjut Yusuf, pemerintah juga tidak menginginkan sekolah swasta tidak mempunyai murid.

Ia mengaku, Dindikbud Provinsi Banten pada 2020 akan membangun 33 unit sekolah baru (USB). Namun pandemi Covid-19 membuat pemerintah menunda pembangunan. “Anggaran dilakukan refocusing yang mengutamakan penyelamatan jiwa manusia dari wabah Covid-19,” katanya.

Pihaknya juga memaklumi adanya keterbatasam kuota di sekolah-sekolah negeri.

“Setiap ada keterbatasan pasti diperlukan seleksi. Dalam Permendikbud 44 Tahum 2019 tentang PPDB mengamanatkan terdapat empat jalur penerimaam yaitu jalur zonasi, jalur afirmasi, jalur perpindahan orang tua dan jalur prestasi. Itulah cara seleksi penerimaan siswa yang di amanatkan dalam permendikbud tersebut. Kalau tidak ada keterbatasan maka tidak diperlukan seleksi,” jelasnya.

Dirinya menilai, seharusnya orang tua calon siswa juga mempunyai strategi dalam mendaftarkan anaknya ke SMA/SMK negeri melalui empat jalur tersebut. “Kalau peluang zonasi tipis, maka perlu dengan melalui jalur prestasi. Tentunya siswa harus giat ketika SMP mencari prestasi baik akademis ataupun non akamdemis. Akademis melalui nilai rapor misalnya, non akademis bisa  melalui olah raga atau seni atau lainnya,” paparnya.

“Perkembangan zaman menjadi berubah akibat kompetisi yang terjadi. Apalagi zaman sekarang ini zaman revolusi industri 4.0 kita di ajak berdaya saing atau afirmasi atau perpinadahan orang tua Atau afirmasi atau perpinadahan orang tua,” sambungnya.(Mir/Red)