Beranda Peristiwa Bantuan PIP Puluhan Siswa MTs Azahra Lebak Diduga Dipotong untuk Rehab Sekolah

Bantuan PIP Puluhan Siswa MTs Azahra Lebak Diduga Dipotong untuk Rehab Sekolah

Program PIP. (Net)

LEBAK – Madrasah Tsanawiyah (MTs) Azahra di Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, diduga telah memotong dana Program Indonesia Pintar (PIP) puluhan siswa.

Berdasarkan informasi, alasan pemotongan PIP itu diperuntukkan untuk rehab atap sekolah. Setidaknya terdapat 24 pelajar di Mts yang telah menerima bantuan PIP telah dipotong sebesar Rp150 ribu hingga Rp300 ribu.

Dana tersebut diserahkan kepada Kepala Sekolah (Kepsek) MTs Azahra, melalui guru yang mengakomodir.

Menurut salah seorang orangtua siswa yang namanya enggan disebutkan mengatakan, dirinya tidak mengetahui alasan pemotongan dana PIP anaknya tersebut.

“Kita tidak tahu alasan pemotongan uang PIP. Anak saya mendapat uang sebesar Rp700 ribu, terus dipotong Rp150 ribu. Dan ngasih uang ke kepala sekolah sebesar Rp 20 ribu, jadi sisanya hanya Rp 580 ribu yang diterima oleh anak saya,” katanya

Ia mengungkapkan, soal adanya potongan dana PIP, orangtua siswa tidak pernah dilibatkan jika potongan tersebut untuk bangun sekolah.

“Saya sama sekali tidak mengetahui jika potongan tersebut untuk pembangunan sekolah. Sebenarnya sih kalau buat bangunan sekolah mah tidak apa-apa, asal jelas dan transparan pihak sekolahnya. Tapi kalau tiba-tiba langsung dipotong kan kaget juga,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika pencairan PIP pun tidak melibatkan orangtua siswa, tapi langsung dilakukan oleh pihak sekolah.

“Katanya sih langsung oleh sekolah, kalau saya tidak ke sana,” ucapnya.

Sementara itu, salah seorang guru MTs Azahra membenarkan sekolah memotong dana PIP dari para siswa.

Namun, terkait alasan adanya pemotongan PIP dirinya tidak mengetahui. Hal itu lantaran uang tersebut langsung diberikan kepada Kepsek.

“Saya tidak tahu, soalnya saya mah cuma nganter siswa ngambil ke bank-nya. Dipotong uangnya, langsung disetorkan uangnya ke Kepsek,” ucap salah seorang guru yang namanya tidak mau disebutkan dalam sambungan telepon.

Baca Juga :  Polda Banten Terus Ungkap Dugaan Penyimpangan PIP di Perguruan Tinggi

Menurutnya, keterangan dari Kepsek, uang yang dipotong tersebut untuk tambahan dana pembangunan sekolah.

“Kalau beliau katanya buat benerin atap sekolah,” ujarnya.

Ia menyebut, jumlah potongan terhadap sebanyak 24 siswa bervariasi, kelas dua dipotong Rp150 ribu, kelas tiga Rp300 ribu.

“Sama sih, semuanya Rp150 ribu, kalau kelas tiga kan buat ijazah,” katanya.

Penulis : Sandi Sudrajat
Editor : Tb Moch. Ibnu Rushd