{"id":100012173,"date":"2026-06-15T19:25:26","date_gmt":"2026-06-15T12:25:26","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/?p=100012173"},"modified":"2026-06-15T20:18:12","modified_gmt":"2026-06-15T13:18:12","slug":"ketika-imajinasi-pembaca-bertemu-realitas-film-dalam-kasus-galaks","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/ketika-imajinasi-pembaca-bertemu-realitas-film-dalam-kasus-galaks\/","title":{"rendered":"Ketika Imajinasi Pembaca Bertemu Realitas Film dalam Kasus Galaksi"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u00a0<\/strong>Film <em>Galaksi<\/em> yang tayang pada 24 Agustus 2023 menjadi salah satu adaptasi novel remaja Indonesia yang paling dinantikan. Diadaptasi dari novel populer karya Poppi Pertiwi dan disutradarai oleh Kuntz Agus, film ini membawa harapan besar dari para pembaca yang telah mengenal kisah Galaksi Aldebaran dan Kejora Ayodhya sejak novel tersebut terbit pada 2018. Namun seperti banyak adaptasi lainnya, kehadiran film <em>Galaksi<\/em> juga memunculkan perdebatan. Sebagian penonton menikmati filmnya sebagai karya baru, sementara sebagian pembaca merasa ada banyak bagian yang berbeda dari cerita yang mereka kenal.<\/p>\n<p>Perdebatan tersebut sebenarnya menunjukkan satu hal penting: setiap pembaca memiliki versi <em>Galaksi<\/em> mereka sendiri dalam imajinasi. Saat membaca novel, pembaca bebas membayangkan bagaimana sosok Galaksi, bagaimana hubungan Ravispa dengan Avegar, hingga bagaimana perasaan Kejora ketika menghadapi berbagai konflik. Namun ketika cerita yang sama hadir dalam bentuk film, seluruh imajinasi itu diterjemahkan menjadi satu versi visual yang tidak selalu sesuai dengan bayangan setiap orang.<\/p>\n<p>Dalam kajian ekranisasi, perubahan seperti ini merupakan hal yang lumrah. Adaptasi tidak berarti menyalin seluruh isi novel ke layar lebar. Film memiliki keterbatasan durasi, kebutuhan dramatik, dan tuntutan visual yang berbeda dari karya sastra. Karena itu, perubahan sering kali tidak dapat dihindari.<\/p>\n<p>Kasus <em>Galaksi<\/em> menunjukkan bagaimana proses tersebut bekerja. Salah satu perubahan yang paling terlihat adalah pada awal pertemuan Galaksi dan Kejora. Dalam novel, hubungan mereka dimulai ketika Galaksi mengembalikan topi milik Kejora yang ditemukan di dekat ring basket sekolah. Adegan ini memberi kesan perkenalan yang sederhana dan mengalir. Namun dalam film, pertemuan mereka diubah menjadi adegan ketika Galaksi menawarkan tumpangan motor kepada Kejora yang baru turun dari bus. Perubahan ini mungkin tampak kecil, tetapi cukup mengubah kesan awal hubungan kedua tokoh.<\/p>\n<p>Perbedaan lain juga muncul dalam beberapa konflik penting. Dalam novel, Galaksi menggendong Kejora karena tersinggung setelah disebut &#8220;cupu&#8221;. Dalam film, penyebabnya berubah menjadi konflik yang berkaitan dengan jaket Ravispa dan topi paskibra milik Kejora. Secara fungsi adegan keduanya sama, tetapi alasan yang melatarbelakanginya berbeda. Perubahan semacam ini memperlihatkan bagaimana film berusaha menyederhanakan sekaligus memperkuat konflik agar lebih mudah dipahami penonton.<\/p>\n<p>Tidak hanya mengubah, film juga menambahkan sejumlah adegan baru. Kehadiran konflik antara Galaksi dan Jordan, adegan humor mengenai sepeda Fajar yang berada di atap sekolah, hingga penyerangan terhadap Nyong oleh anggota Avegar merupakan beberapa contoh yang tidak ditemukan dalam novel. Penambahan tersebut membuat film terasa lebih dinamis dan penuh aksi. Dari sudut pandang sinema, langkah ini dapat dipahami karena film membutuhkan ketegangan dan hiburan visual agar penonton tetap terlibat selama durasi penayangan.<\/p>\n<p>Sebaliknya, beberapa bagian dalam novel justru dihilangkan. Tokoh Mama Galaksi yang masih hidup dalam novel dibuat seolah telah meninggal dalam film. Tokoh Febbi yang menjadi bagian dari lingkar pertemanan Kejora juga tidak ditampilkan. Pengurangan ini memang membuat alur menjadi lebih ringkas, tetapi sekaligus mengurangi beberapa lapisan cerita yang sebelumnya membantu pembaca memahami kehidupan para tokoh secara lebih mendalam.<\/p>\n<p>Meski demikian, satu hal yang tetap dipertahankan adalah ruh utama cerita. Baik novel maupun film sama-sama mengangkat kisah percintaan remaja yang tumbuh di tengah konflik sekolah dan perseteruan antargeng. Perbedaannya hanya terletak pada fokus penceritaan. Novel lebih menekankan perkembangan emosional hubungan Galaksi dan Kejora, sedangkan film lebih menonjolkan konflik, aksi, dan ketegangan antarkelompok.<\/p>\n<p>Pada akhirnya, film <em>Galaksi<\/em> mengajarkan bahwa adaptasi bukanlah soal setia atau tidak setia terhadap novel. Adaptasi adalah proses menerjemahkan sebuah cerita ke dalam bahasa yang berbeda. Novel berbicara melalui kata-kata dan imajinasi, sedangkan film berbicara melalui gambar, suara, dan adegan. Ketika keduanya bertemu, perbedaan tidak bisa dihindari.<\/p>\n<p>Mungkin inilah alasan mengapa diskusi mengenai film <em>Galaksi<\/em> masih terus berlangsung. Bukan karena filmnya gagal atau novelnya lebih baik, melainkan karena setiap pembaca datang dengan semestanya sendiri. Ketika semesta imajinasi itu bertemu dengan realitas film, lahirlah beragam tafsir, kritik, dan apresiasi. Dan justru di situlah letak menariknya sebuah adaptasi: bukan menghadirkan cerita yang sama persis, tetapi membuka ruang dialog antara apa yang dibayangkan pembaca dan apa yang ditampilkan layar lebar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0Film Galaksi yang tayang pada 24 Agustus 2023 menjadi salah satu adaptasi novel remaja Indonesia yang paling dinantikan. Diadaptasi dari novel populer karya Poppi Pertiwi dan disutradarai oleh Kuntz Agus, film ini membawa harapan besar dari para pembaca yang telah mengenal kisah Galaksi Aldebaran dan Kejora Ayodhya sejak novel tersebut terbit pada 2018. Namun seperti [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2211,"featured_media":100012175,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[3857,3856,3854,3853,3855],"class_list":["post-100012173","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-opini","tag-adaptasinove","tag-ekranisasi","tag-filmgalaksi","tag-galaksi","tag-poppipertiwi"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/IMG-20260615-WA0006.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100012173","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2211"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=100012173"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100012173\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":100012177,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100012173\/revisions\/100012177"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/100012175"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=100012173"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=100012173"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=100012173"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}