{"id":100011659,"date":"2026-01-10T18:34:07","date_gmt":"2026-01-10T11:34:07","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/?p=100011659"},"modified":"2026-01-10T18:34:07","modified_gmt":"2026-01-10T11:34:07","slug":"perancangan-sistem-pakar-diagnosa-kecanduan-game-online-menggunakan-metode-certainty-factor-pada-smp-negeri-1-mandalawangi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/perancangan-sistem-pakar-diagnosa-kecanduan-game-online-menggunakan-metode-certainty-factor-pada-smp-negeri-1-mandalawangi\/","title":{"rendered":"Perancangan Sistem Pakar Diagnosa Kecanduan Game Online Menggunakan Metode Certainty Factor Pada SMP Negeri 1 Mandalawangi"},"content":{"rendered":"<h1 data-path-to-node=\"2\">Saat &#8220;Mabar&#8221; Tak Lagi Wajar: Solusi Cerdas Deteksi Kecanduan Game Online di Sekolah<\/h1>\n<p data-path-to-node=\"3\"><b data-path-to-node=\"3\" data-index-in-node=\"0\">Oleh: Muhammad Nazhif Al-Bais<\/b><\/p>\n<p data-path-to-node=\"4\"><span data-path-to-node=\"4,1\"><span class=\"citation-39\">Di era digital saat ini, pemandangan remaja yang asyik dengan ponselnya sambil berseru <\/span><i data-path-to-node=\"4,1\" data-index-in-node=\"87\"><span class=\"citation-39\">&#8220;Victory!&#8221;<\/span><\/i><span class=\"citation-39\"> atau <\/span><i data-path-to-node=\"4,1\" data-index-in-node=\"103\"><span class=\"citation-39\">&#8220;Mabar yuk!&#8221;<\/span><\/i><span class=\"citation-39\"> sudah menjadi hal lumrah<\/span><\/span><span data-path-to-node=\"4,3\">. Namun, di balik keseruan dunia virtual tersebut, tersimpan risiko nyata yang sering kali luput dari pandangan: <b data-path-to-node=\"4,3\" data-index-in-node=\"113\">Kecanduan Game Online<\/b>.<\/span><\/p>\n<div class=\"source-inline-chip-container ng-star-inserted\"><\/div>\n<p data-path-to-node=\"5\"><span data-path-to-node=\"5,0\">Fenomena ini bukan sekadar masalah hobi yang berlebihan. <\/span><span data-path-to-node=\"5,2\"><span class=\"citation-38\">Bagi siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), penggunaan <\/span><i data-path-to-node=\"5,2\" data-index-in-node=\"65\"><span class=\"citation-38\">game<\/span><\/i><span class=\"citation-38\"> yang tak terkontrol dapat berujung pada penurunan prestasi akademik, gangguan tidur (insomnia), hingga perubahan perilaku sosial yang drastis<\/span><\/span><span data-path-to-node=\"5,4\">.<\/span><\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"6\">Tantangan di Sekolah: Subjektivitas vs Realita<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"7\"><span data-path-to-node=\"7,1\"><span class=\"citation-37\">Di SMP Negeri 1 Mandalawangi, para guru Bimbingan Konseling (BK) menghadapi tantangan besar dalam mengidentifikasi gejala ini sejak dini<\/span><\/span><span data-path-to-node=\"7,3\">. <\/span><span data-path-to-node=\"7,5\"><span class=\"citation-36\">Selama ini, proses deteksi masih dilakukan secara manual melalui observasi langsung atau laporan orang tua yang sering kali bersifat subjektif<\/span><\/span><span data-path-to-node=\"7,7\">. Akibatnya, banyak kasus baru tertangani saat kondisinya sudah cukup berat.<\/span><\/p>\n<p data-path-to-node=\"8\"><span data-path-to-node=\"8,1\"><span class=\"citation-35\">Kurangnya instrumen pendeteksi yang cepat dan terukur menjadi celah yang harus segera ditutup agar para pendidik dapat memberikan penanganan yang tepat sasaran<\/span><\/span><span data-path-to-node=\"8,3\">.<\/span><\/p>\n<div class=\"source-inline-chip-container ng-star-inserted\"><\/div>\n<h3 data-path-to-node=\"9\">Hadirnya &#8220;Si Pakar Digital&#8221;: Metode <i data-path-to-node=\"9\" data-index-in-node=\"36\">Certainty Factor<\/i><\/h3>\n<p data-path-to-node=\"10\"><span data-path-to-node=\"10,1\"><span class=\"citation-34\">Berangkat dari permasalahan tersebut, sebuah inovasi dikembangkan dalam bentuk <\/span><b data-path-to-node=\"10,1\" data-index-in-node=\"79\"><span class=\"citation-34\">Sistem Pakar Diagnosa Kecanduan Game Online<\/span><\/b><\/span><span data-path-to-node=\"10,3\">. <\/span><span data-path-to-node=\"10,5\"><span class=\"citation-33\">Sistem ini tidak hanya sekadar memberikan pertanyaan &#8220;ya&#8221; atau &#8220;tidak&#8221;, melainkan menggunakan metode <\/span><b data-path-to-node=\"10,5\" data-index-in-node=\"101\"><span class=\"citation-33\">Certainty Factor (CF)<\/span><\/b><\/span><span data-path-to-node=\"10,7\">.<\/span><\/p>\n<p data-path-to-node=\"11\"><span data-path-to-node=\"11,0\">Apa itu <i data-path-to-node=\"11,0\" data-index-in-node=\"8\">Certainty Factor<\/i>? <\/span><span data-path-to-node=\"11,2\"><span class=\"citation-32\">Secara sederhana, metode ini mampu mengolah ketidakpastian<\/span><\/span><span data-path-to-node=\"11,4\">. <\/span><span data-path-to-node=\"11,6\"><span class=\"citation-31\">Sistem akan menghitung tingkat keyakinan terhadap gejala-gejala yang dialami siswa\u2014seperti kelelahan kronis di kelas atau sering terlambat mengumpulkan tugas\u2014dan mengubahnya menjadi data matematis yang akurat<\/span><\/span><span data-path-to-node=\"11,8\">.<\/span><\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"12\">Bagaimana Cara Kerjanya?<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"13\"><span data-path-to-node=\"13,1\"><span class=\"citation-30\">Siswa atau guru cukup memasukkan gejala yang terlihat ke dalam sistem berbasis web<\/span><\/span><span data-path-to-node=\"13,3\">. Sistem kemudian bekerja dengan:<\/span><\/p>\n<div class=\"source-inline-chip-container ng-star-inserted\"><\/div>\n<ol start=\"1\" data-path-to-node=\"14\">\n<li>\n<p data-path-to-node=\"14,0,1\"><span data-path-to-node=\"14,0,1,0\"><b data-path-to-node=\"14,0,1,0\" data-index-in-node=\"0\"><span class=\"citation-29\">Basis Pengetahuan Pakar:<\/span><\/b><span class=\"citation-29\"> Mengacu pada aturan (IF-THEN) yang telah divalidasi oleh konselor profesional<\/span><\/span><span data-path-to-node=\"14,0,1,2\">.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"14,1,1\"><span data-path-to-node=\"14,1,1,0\"><b data-path-to-node=\"14,1,1,0\" data-index-in-node=\"0\"><span class=\"citation-28\">Perhitungan Kepastian:<\/span><\/b><span class=\"citation-28\"> Menggabungkan nilai keyakinan pakar dengan jawaban pengguna<\/span><\/span><span data-path-to-node=\"14,1,1,2\">.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<li>\n<p data-path-to-node=\"14,2,1\"><span data-path-to-node=\"14,2,1,0\"><b data-path-to-node=\"14,2,1,0\" data-index-in-node=\"0\"><span class=\"citation-27\">Diagnosis Instan:<\/span><\/b><span class=\"citation-27\"> Memberikan hasil berupa kategori tingkat kecanduan (Ringan, Sedang, Berat, hingga Sangat Berat) lengkap dengan nilai persentase keyakinannya<\/span><\/span><span data-path-to-node=\"14,2,1,2\">.<\/span><\/p>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p data-path-to-node=\"15\"><span data-path-to-node=\"15,0\">Hasilnya? <\/span><span data-path-to-node=\"15,2\"><span class=\"citation-26\">Diagnosis tidak lagi bergantung pada &#8220;perasaan&#8221; subjektif, melainkan pada data yang objektif dan konsisten<\/span><\/span><span data-path-to-node=\"15,4\">.<\/span><\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"16\">Lebih dari Sekadar Diagnosis<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"17\"><span data-path-to-node=\"17,1\"><span class=\"citation-25\">Keunggulan sistem ini bukan hanya pada kemampuannya mendeteksi, tapi juga pada <\/span><b data-path-to-node=\"17,1\" data-index-in-node=\"79\"><span class=\"citation-25\">solusi yang ditawarkan<\/span><\/b><\/span><span data-path-to-node=\"17,3\">. <\/span><span data-path-to-node=\"17,5\"><span class=\"citation-24\">Setelah hasil keluar, sistem akan memberikan rekomendasi langkah penanganan yang sesuai, mulai dari pendampingan orang tua hingga konseling intensif untuk kasus yang berat<\/span><\/span><span data-path-to-node=\"17,7\">.<\/span><\/p>\n<p data-path-to-node=\"18\"><span data-path-to-node=\"18,1\"><span class=\"citation-23\">Selain itu, dokumentasi digital yang tersimpan rapi memudahkan guru BK memantau perkembangan siswa dari waktu ke waktu tanpa takut kehilangan arsip fisik<\/span><\/span><span data-path-to-node=\"18,3\">.<\/span><\/p>\n<h3 data-path-to-node=\"19\">Menuju Lingkungan Belajar yang Sehat<\/h3>\n<p data-path-to-node=\"20\"><span data-path-to-node=\"20,1\"><span class=\"citation-22\">Inovasi ini membuktikan bahwa teknologi bukan hanya menjadi sumber masalah, tetapi juga bisa menjadi kunci solusi<\/span><\/span><span data-path-to-node=\"20,3\">. <\/span><span data-path-to-node=\"20,5\"><span class=\"citation-21\">Dengan deteksi dini yang tepat, kita bisa menyelamatkan masa depan siswa dari jeratan candu dunia maya dan mengembalikan fokus mereka pada pendidikan dan interaksi sosial yang nyata<\/span><\/span><span data-path-to-node=\"20,7\">.<\/span><\/p>\n<p data-path-to-node=\"21\">Mari kita jadikan teknologi sebagai kawan untuk tumbuh, bukan lawan yang menghambat potensi generasi muda.<\/p>\n<p data-path-to-node=\"22\"><span data-path-to-node=\"22,1\"><b data-path-to-node=\"22,1\" data-index-in-node=\"4\"><span class=\"citation-20\">Pesan Penulis:<\/span><\/b><span class=\"citation-20\"> Artikel ini disusun berdasarkan hasil penelitian kerja praktek di SMP Negeri 1 Mandalawangi sebagai upaya mendukung pencegahan kecanduan digital di lingkungan sekolah<\/span><\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Saat &#8220;Mabar&#8221; Tak Lagi Wajar: Solusi Cerdas Deteksi Kecanduan Game Online di Sekolah Oleh: Muhammad Nazhif Al-Bais Di era digital saat ini, pemandangan remaja yang asyik dengan ponselnya sambil berseru &#8220;Victory!&#8221; atau &#8220;Mabar yuk!&#8221; sudah menjadi hal lumrah. Namun, di balik keseruan dunia virtual tersebut, tersimpan risiko nyata yang sering kali luput dari pandangan: Kecanduan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1985,"featured_media":100011660,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[48],"tags":[2926,355,506],"class_list":{"0":"post-100011659","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-kampus","8":"tag-magang","9":"tag-mahasiswa","10":"tag-universitas-pamulang"},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-content\/uploads\/2026\/01\/IMG-20251123-WA0052.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100011659","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1985"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=100011659"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100011659\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":100011699,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100011659\/revisions\/100011699"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/100011660"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=100011659"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=100011659"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=100011659"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}