{"id":100008587,"date":"2022-09-20T18:38:40","date_gmt":"2022-09-20T11:38:40","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/?p=100008587"},"modified":"2022-09-21T17:24:50","modified_gmt":"2022-09-21T10:24:50","slug":"fenomena-penganguran-di-banten-dan-bagaimana-solusinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/fenomena-penganguran-di-banten-dan-bagaimana-solusinya\/","title":{"rendered":"Penganguran di Banten dan Bagaimana Solusinya?"},"content":{"rendered":"<p>Tangerang, 20 September 2022<\/p>\n<p>Seseorang akan Mampu memenuhi kebutuhan\u00a0 Hidup ketika seseorang mempunyai pengahasilan, Penghasilan\u00a0 sebagai variabel penentu dalam memenuhi\u00a0 kebutuhan Hidup.\u00a0 dengan penghasilan yang diperoleh seseorang akan Mampu belanja membeli kebutuhan pokok sehari-hari.<\/p>\n<p>Berbicara Penghasilan atau pendapatan yang ada pikiran kita adalah Gaji, honor dan insentive atau sejenisnya. gaji atau yang kita kenal penghasilan bisa kita peroleh ketika seseorang telah menyelesaikan pekerjaan dalam periode atau masa kerja yang disepakati, biasanya dalam satu periode bulan. setelah menyelesaikan pekerjaannya maka seseorang tersebut akan menerima upah penghasilan dengan besaran nominal.<\/p>\n<p>Bagi seseorang\u00a0 yang mempunyai perkerjaan secara otomatis akan mendapatkan penghasilan. lalu bagaimana seseorang yang tidak mempunyai pekerjaan atau yang dikategorikan Tingkat\u00a0 Pengangguran Terbuka (TPT).<\/p>\n<p>Sulit memang dalam Kondisi saat ini, mencari pekerjaan Untuk memenuhi kebutuhan Hidup. fenomena ini bisa kita lihat pada angka pengangguran sesuai dengan data BPS Per Februari 2022 Berjumlah 5.08 % dari Total Penduduk\u00a0 Usia Kerja\u00a0 208,54 Juta jiwa<\/p>\n<hr \/>\n<p>. kita lihat BPS Banten per Februari 2022 tercatat bahwa sekitar 8,53 % Pengangguran diwilayah Banten. kita lihat BPS Kabupaten Tangerang BPS Tahun 2021 Angka pengangguran sekitar 9,06 % Artinya masih tinggi diambil dari Rata-rata disetiap kabupaten\/kota se provinsi Banten.<\/p>\n<p>Masih tingginya angka pengangguran di kabupaten Tangerang dan kabupaten\/kota se-provinsi Banten menyebabkan meningkatnya angka kemiskinan dan ketidaklayakan dalam memenuhi kebutuhan hidup.<\/p>\n<p>Belum lagi susahnya mencari pekerjaan, minimnya lapangan pekerjaan, setiap melamar pekerjaan\u00a0 perlu keahlian, kualifikasi pendidikan, pengalaman kerja belum lagi\u00a0 biaya administrasi lainnya sehingga terkadang membuat seseorang susah mendapatkan pekerjaan dan pada akhirnya\u00a0 akan menjadi penggangguran.<\/p>\n<p>Belum lagi pada setiap tahunnya penyumbang angka pengangguran yang sangat lah tinggi\u00a0 tinggi dilihat dari angka kelulusan tingkat SMA, Lulusan Perguruan Tinggi yang jumlahnya ribuan bahkan jutaan. bila tidak dibarengi dengan ketersedian lapangan pekerjaan maka\u00a0 Para Lulusan tersebut akan menambah angka pengangguran . selain itu angka Penganguran yang disumbang dari Banyak nya Karyawan\u00a0 yang\u00a0 PHK karena ketidakmapuan perusahaan dalam membayar gaji atau perusahaan\u00a0 mengalami colaps.<\/p>\n<p>inilah fenomena sulit untuk mencari pekerjaan, susah memenuhi kebutuhan Hidup kemiskinan\u00a0 merajalela akibat pengangguran.\u00a0 menurut penulis Solusi atas meningkatnya angka Penganguran yakni:<\/p>\n<p>Pertama merangsang Investor agar masuk ke Indonesia terutama provinsi Banten, dengan\u00a0 masuknya investor kita berharap semakin Banyak Para investor yang membangun lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar, masyarakat dapat bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.<\/p>\n<p>Kedua, Masyarakat dituntut\u00a0 kemandiriannya untuk memulai ide bisnis dan usaha dengan Modal yang dimiliki sehingga dengan Solusi ini bisa mengurangi angka Penganguran yang nantinya akan berdampak pada kemiskinan Hidup.<\/p>\n<p>Ketiga, Bagi Para Lulusan agar mengikuti dan\u00a0 mengembangkan keterampilan softskill, hard skill pada bidang keilmuannya masing-masing. ikut kegiatan Pelatihan Workshop Vokasi sehingga Menunjang\u00a0 bidang keilmuan yang dimiliki. pasar tenaga kerja tidak ragu dalam memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja.<\/p>\n<p>Keempat, Meningkatkan Mutu Pendidikan, bagi yang memiliki pendidikan SMA sederajat bisa mengambil Studi Lanjutan dengan Mengenyam Pendidikan Strata 1 (S-1), Yang sudah memiliki pendidikan S-1 bisa melanjutkan ke pendidikan Pascasarjana (S-2\/S-3), dengan kualifikasi pendidikan\u00a0 yang kita miliki maka pasar yang mencari dan menyesuaikan background pendidikan keilmuan kita.<\/p>\n<p>Inilah Solusi menurut penulis yang perlu kita lakukan\u00a0 setidaknya minimal mengurangi angka pengangguran meskipun belum bisa mengatasi angka pengangguran. Semoga ini menjadi tanggung jawab bersama oleh semua pihak untuk bersama-sama maju dan tumbuh menuju Indonesia Bangkit dan tumbuh. (Jamaluddin)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tangerang, 20 September 2022 Seseorang akan Mampu memenuhi kebutuhan\u00a0 Hidup ketika seseorang mempunyai pengahasilan, Penghasilan\u00a0 sebagai variabel penentu dalam memenuhi\u00a0 kebutuhan Hidup.\u00a0 dengan penghasilan yang diperoleh seseorang akan Mampu belanja membeli kebutuhan pokok sehari-hari. Berbicara Penghasilan atau pendapatan yang ada pikiran kita adalah Gaji, honor dan insentive atau sejenisnya. gaji atau yang kita kenal penghasilan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1267,"featured_media":100008588,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[2437,2439,2438],"class_list":{"0":"post-100008587","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-opini","8":"tag-pengangguran","9":"tag-kebutuhan","10":"tag-kemiskinan"},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/images-56.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100008587","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1267"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=100008587"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100008587\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":100008602,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100008587\/revisions\/100008602"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/100008588"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=100008587"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=100008587"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=100008587"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}