{"id":100008339,"date":"2022-09-01T14:56:04","date_gmt":"2022-09-01T07:56:04","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/?p=100008339"},"modified":"2022-09-01T14:56:04","modified_gmt":"2022-09-01T07:56:04","slug":"menghabiskan-waktu-bersama-graffiti-writter","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/menghabiskan-waktu-bersama-graffiti-writter\/","title":{"rendered":"Menghabiskan waktu bersama Graffiti Writter"},"content":{"rendered":"<p>Sekarang saya sedang bersama salah satu kru graffiti yang berasal dari Tangerang yaitu AROEMINATOR21, kru yang beranggotakan KREY143<em>, <\/em>SMKVE, PEEK, JAWAS08, RUSH, dan ALTRIP72 terbentuk pada awal tahun 2021. AROEMINATOR21 memanglah kru \u201ckemaren sore\u201d tetapi namanya sudah cukup dikenal dikalangan graffiti writer di Kota Tangerang, dikarenakan banyaknya <em>blockbuster<\/em> dan <em>pieces<\/em> yang berada di tembok-tembok jalanan.<\/p>\n<p>JAWAS08 dan SMVKE selesai membuat blockbuster yang bertuliskan Aroeminator di tembok pinggir kali Cisadane Tangerang, saya menyaksikan mereka membuat blockbuster itu hanya menghabiskan waktu kurang dari 30 menit, \u201ctujuan kita buat <em>blockbuster<\/em> ini supaya orang gampang ngenalin kru kita\u201d ujar JAWAS08 \u201ckarena <em>blockbuster<\/em> tulisannya besar dan mudah dibaca banyak orang, enggak seperti <em>pieces<\/em> ataupun <em>throw up<\/em>\u201d.<\/p>\n<p>\u201cKita awal-awal gambar cuma di tembok rumah kosong disekitaran kampungan kita, baru turun ke jalanan dan ngenalin nama kru kita\u201d jelas SMVKE.<\/p>\n<p>Saya pertama kali melihat AROEMINATOR di postingan instagram salah satu media graffiti Tangerang yang bernama WALL DAILY. Lalu saya coba menghubungi mereka memalui instagram, dan mereka bersedia diwawancarai.<\/p>\n<p>Lalu kami bersiap menuju rute\u00a0<em>bombing <\/em>mereka berikutnya, kegiatan ini akan berlangsung semalaman penuh. Tujuan mereka <em>bombing<\/em> adalah untuk menebar nama kru mereka dijalanan. \u201ckita bombing juga tau aturan, jadi kita gaakan bombing di fasilitas umum, di gambar orang, dan ditembok rumah orang\u201d. Jelas SMVKE \u201cgua gak seberani bomber-bomber lain yang bombing ditempat yang cukup berbahaya\u201d.<\/p>\n<p>Setelah mengelilingi kota tangerang kami menyambangi tempat nongkrong kru AROEMINATOR, disana saya bertemu oleh KREY143 dan ALTRIP72, dan mereka menceritakan awal mula kru ini terbentuk \u201cSebelom ada diskena ini kita emang udah sering nongkrong bareng, dari kecil malah\u201d Jelas KREY143 \u201cDiawal tahun 2021 gua kenalin ke temen-temen gambar gua, akhirnya pada ikut gambar juga\u201d<\/p>\n<p>Setelah membahas sejarah kru ini lalu kita membahas tentang sudut pandang masyarakat terhadap graffiti. Mereka mencoba merubah stigma masyarakat terhadap graffiti dengan cara membuat acara graffiti dilingkungan sekitar dan membangun interaksi dengan warga setempat. \u201cSeengganya kita berusaha ngerubah pandangan masyarakat tentang graffiti ya walaupun gabisa ke semua masyarakat minimal ke warga sekitar lah\u201d Ujar ALTRIP72 \u201cSetiap kita gambar kita coba izin dulu ke warga sekitar spot kecuali kalo di tembok jalanan, kalo emang temboknya liar gaada pemiliknya kita bisa langsung eksekusi\u201d<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sekarang saya sedang bersama salah satu kru graffiti yang berasal dari Tangerang yaitu AROEMINATOR21, kru yang beranggotakan KREY143, SMKVE, PEEK, JAWAS08, RUSH, dan ALTRIP72 terbentuk pada awal tahun 2021. AROEMINATOR21 memanglah kru \u201ckemaren sore\u201d tetapi namanya sudah cukup dikenal dikalangan graffiti writer di Kota Tangerang, dikarenakan banyaknya blockbuster dan pieces yang berada di tembok-tembok jalanan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1215,"featured_media":100008369,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[2391],"class_list":{"0":"post-100008339","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-uncategorized","8":"tag-graffiti"},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-content\/uploads\/2022\/06\/IMG-20210412-WA0002-1.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100008339","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1215"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=100008339"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100008339\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":100008407,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100008339\/revisions\/100008407"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/100008369"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=100008339"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=100008339"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=100008339"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}