{"id":100004834,"date":"2021-12-12T21:24:21","date_gmt":"2021-12-12T14:24:21","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/?p=100004834"},"modified":"2021-12-12T21:24:21","modified_gmt":"2021-12-12T14:24:21","slug":"ragam-pemakaian-variasi-bahasa-dalam-bilingualisme-pada-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/ragam-pemakaian-variasi-bahasa-dalam-bilingualisme-pada-masyarakat\/","title":{"rendered":"Ragam Pemakaian Variasi Bahasa Dalam Bilingualisme Pada Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p>Apa yang dimaksud dengan Variasi Bahasa? Variasi Bahasa merupakan ragam<br \/>\nkebahasaan yang dipergunakan oleh masyarakat untuk berkomunikasi. Nababan (1993:13) berpendapat bahwa variasi bahasa adalah perbedaan-perbedaan bahasa yang timbul karena<br \/>\naspek dasar bahasa, yaitu bentuk dan maknanya yang menunjukkan perbedaan kecil atau besar antara penggungkapan yang satu dengan yang lain.<\/p>\n<p>Greenbaum (dalam Muh. Asrori, 2001:96)<br \/>\nmengatakan bahwa variasi bahasa dapat dikaitkan dengan daerah, kelas sosial, kelompok etnis, tingkat pendidikan, jenis kelamin, umur, dan situasi.<br \/>\nBilingualisme (Inggris: bilingualism) dalam bahasa Indonesia disebut juga<br \/>\nkedwibahasaan. Secara umum, Bilingualisme berarti penggunaan dua bahasa yang berbeda oleh seorang penutur dalam pergaulannya dengan orang lain secara bergantian (Fishman1975:73).<br \/>\nBanyak masyarakat tutur untuk berkomunikasi kepada lawan bicaranya, selain menggunakan Bahasa Indonesia juga memakai bahasa lain seperti bahasa daerah yang meliputi: Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, Bahasa Bali, Bahasa Madura, Bahasa Batak, dan lainlain. Hal tersebut, sesuai dengan asal dari daerah mereka masing-masing. Perbedaan dari Variasi Bahasa tersebut terjadilah keragaman yang disebabkan banyaknya pemakaian bahasa<br \/>\nuntuk berinteraksi di dalam masyarakat. Seperti contoh dibawah ini :<br \/>\nAda seseorang Ibu yang bertanya kepada tetangganya yang menggunakan Bahasa Indonesia<br \/>\ndan campur dengan menggunakan Bahasa Jawa.<br \/>\nIbu<br \/>\n: \u201cAssalamu\u2019alaikum, ndok Icha ara lungo ngandi?\u201d<br \/>\nYang artinya : \u201cAssalamu\u2019alaikum, nak Icha mau kemana?\u201d<br \/>\nIcha<br \/>\n: \u201cWaalaikum salaam, ini arep menyang warung tuku beras.\u201d<br \/>\nYang artinya : \u201cWaalaikum salaam, ini mau ke warung beli beras.\u201d<br \/>\nBahwa di lingkungan masyarakat tersebut tidak hanya memakai Bahasa Indonesia saja,<br \/>\ntetapi memakai Bahasa Jawa dalam berkomunikasi tersebut. Jadi variasi bahasa banyak sekali<br \/>\nyang akan dikomunikasikan kepada lawan bicara, karena dilihat dari lingkungan antar sesama<br \/>\nmasyarakat sekitar yang bahasanya berbagai macam Daerah. Yang dimana ketika saat berkomunikasi kepada lawan bicara bisa mencampur atau memakai Bahasa Daerah selain<br \/>\nBahasa Indonesia.<br \/>\nBahasa Daerah adalah bahasa yang dipakai oleh penutur untuk bahasa yang tinggal di<br \/>\ndaerah tertentu atau Bahasa yang dipergunakan penduduk asli suatu Daerah. Dalam jenis<br \/>\nBahasa tentunya akan semakin beragam bahkan di masyarakat bisa saja memakai selain Bahasa<br \/>\nIndonesia ataupun Bahasa Daerah yaitu, Bahasa Inggris (International) yang terjadi keragaman<br \/>\nsosial dan keragaman fungsi Bahasa. Seperti yang sudah dikatakan bahwa dalam berbicara<br \/>\nkepada lawan tutur tidak hanya menguasai satu Bahasa saja tetapi bisa beberapa Bahasa<br \/>\nVariasinya.<br \/>\nContoh percakapan penggunaan komunikasi dengan Bahasa inggris dan mencampur<br \/>\nmenggunakan Bahasa Indonesia:<br \/>\nClara<br \/>\n: \u201cAudrey, BTW (By The Way) kita jadi nonton di hari weekend enggak?\u201d<br \/>\nAudrey<br \/>\n: \u201cYes, of course nanti aku jemput ya Clar jam 11 Siang\u201d.<br \/>\nClara<br \/>\n: \u201cOk, fine\u201d.<br \/>\nDari percakapan tersebut bahwa ia menggunakan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris<br \/>\nsaat membalas pertanyaan dari lawan bicara tersebut itulah yang dinamakan Variasi Bahasa<br \/>\nyang terjadi dalam suatu masyarakat. Dalam berkomunikasi tidak hanya asal bicara atau bisa<br \/>\nmemahami penguasaan saja, tetapi harus memahami norma dalam memakai atau menggunakan<br \/>\nBahasa tersebut. Karena, dalam variasi itu umumnya sangat bersifat spatial dan fungsional<br \/>\nyang harus mampu menggunakan secara baik dan tepat yang sesuai dengan tuntunan situasi.<br \/>\nTuntunan situasi yang dimaksud adalah konsep variasi Bahasa merupakan kaitan antara Bahasa<br \/>\ndengan situasi sosial masyarakat.<br \/>\nSebagai contoh: di dalam masyarakat tersebut terdapat penutur 1 dari daerah kota yang<br \/>\nberasal dari Madura dan Penutur 2 bisa menguasai Bahasa dari penutur 1 tetapi dia bukan asal<br \/>\nkota dari daerah Madura dan dia bisa berbicara menggunakan Bahasa Madura dari Suaminya<br \/>\nyang berasal dari tempat daerah kota tersebut. Bahkan, penutur 2 bisa menciptakan di dalam<br \/>\npekerjaan menjadi suasana keakrabatan dan solidaritas kelompok diantara mereka yang<br \/>\nbertujuan untuk menunjukkan rasa hormat. Dari penutur 1 dan 2 merupakan variasi yang saling<br \/>\nmelengkapi dalam komunikasi tersebut.<\/p>\n<p>Kesimpulan: Bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh semua kalangan masyarakat, dari variasi bahasa sendiri sangat bermacam-macam saat melakukan kegiatan interaksi kepada<br \/>\nlawan penutur dikarenakan para penuturnya yang tidak homogen. Dan variasi bahasa dari segi keformalan pemakaian berdasarkan bidang penggunaan, gaya, atau tingkat keformalan dan sarana penggunaan.<\/p>\n<p>Saran Pembaca:<br \/>\nSemoga Artikel ini, dapat bermanfaat bagi pembaca dan sebagai warga Indonesia kita<br \/>\nseharusnya menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam berinteraksi kehidupan sehari-hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Apa yang dimaksud dengan Variasi Bahasa? Variasi Bahasa merupakan ragam kebahasaan yang dipergunakan oleh masyarakat untuk berkomunikasi. Nababan (1993:13) berpendapat bahwa variasi bahasa adalah perbedaan-perbedaan bahasa yang timbul karena aspek dasar bahasa, yaitu bentuk dan maknanya yang menunjukkan perbedaan kecil atau besar antara penggungkapan yang satu dengan yang lain. Greenbaum (dalam Muh. Asrori, 2001:96) mengatakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":635,"featured_media":100004835,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[42],"tags":[1210],"class_list":["post-100004834","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-sastra","tag-variasi-bahasa-sastra"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-content\/uploads\/2021\/12\/20211205_091453-1.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100004834","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/635"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=100004834"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100004834\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":100004874,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100004834\/revisions\/100004874"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/100004835"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=100004834"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=100004834"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=100004834"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}