{"id":100003647,"date":"2021-11-06T08:08:15","date_gmt":"2021-11-06T01:08:15","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/?p=100003647"},"modified":"2021-11-06T08:08:15","modified_gmt":"2021-11-06T01:08:15","slug":"analisis-unsur-intrinsik-dalam-film-pendek-singkat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/analisis-unsur-intrinsik-dalam-film-pendek-singkat\/","title":{"rendered":"Analisis Unsur Intrinsik dalam Film Pendek &#8220;Singkat&#8221;"},"content":{"rendered":"<p>BAB I<\/p>\n<p>Pendahuluan<\/p>\n<p>Film merupakan sebuah alat komunikasi berbentuk audio visual yang memiliki fungsi untuk memyampaikan suatu pesan didalamnya. Menurut Effendi (1986 ; 239) film diartikan sebagai hasil budaya dan alat ekspresi kesenian. Film sebagai komunikasi massa merupakan gabungan dari berbagai tekhnologi seperti fotografi dan rekaman suara, kesenian baik seni rupa dan seni teater sastra dan arsitektur serta seni musik.<\/p>\n<p>Saat ini, sudah banyak sekali konten-konten kreator yang membuat sebuah karya sastra berupa film pendek. Karena selain persiapannya yang lebih singkat, film pendek banyak digemari karena terasa ringan untuk dinikmati. Selain itu, banyak sekali film-film pendek yang mengandung pesan moral di dalamnya, guna untuk memberikan pengajaran kepada para penikmatnya. Jadi, selain sebagai media hiburan, film juga kerap kali dijadikan sebagai media pembelajaran.<\/p>\n<p>Kali ini, penulis ingin menganalisis pesan moral yang terdapat dalam film pendek berjudul &#8220;Singkat&#8221; garapan AJP Production yang sampai saat ini jumlah tayangannya sudah mencapai lebih dari 100 ribu penonton.<\/p>\n<p>Rumusan Masalah<\/p>\n<p>1. Unsur apa saja yang terdapat dalam film &#8220;Singkat&#8221; karya AJP Production ?<\/p>\n<p>2. Pesan moral apa saja yang terdapat dalam film &#8220;Singkat&#8221; karya AJP Production ?<\/p>\n<p>Tujuan Penelitian.<\/p>\n<p>1. Mengidentifikasi unsur yang terdapat dalam film &#8220;Singkat&#8221; karya AJP Production.<\/p>\n<p>2. Mengetahui pesan moral apa yang terdapat dalam film &#8220;Singkat&#8221; karya AJP Production.<\/p>\n<p>BAB II<\/p>\n<p>Pembahasan<\/p>\n<p>Identitas Film<\/p>\n<p>Judul Film : Singkat<\/p>\n<p>Genre : Drama Percintaan<\/p>\n<p>Durasi Film : 22 Menit<\/p>\n<p>Tanggal Rilis Perdana : 25 September 2021<\/p>\n<p>FilmBy :Ajp Production<\/p>\n<p>Producer :Aderanisma Aji Prasetia<\/p>\n<p>Director :Ikhtiar Maulana Hafids Nur<\/p>\n<p>Scripwiter :Miftah Septiani<\/p>\n<p>DirectorOfPhotography :Ikhtiar Maulana Hafids Nur<\/p>\n<p>Editor :Ikhtiar Maulana Hafids Nur<\/p>\n<p>Pemeran : Susi Eka Sari, Ardhy Wicaksono, Diva Lathifah,<\/p>\n<p>Wahyuda Prasetya, Risma Liani<\/p>\n<p>RESUME FILM<\/p>\n<p>Cerita diawali saat tokoh Bunga sedang berkumpul dengan teman-temannya di sebuah cafe, kemudian tokoh Angga memberikan bunga sekaligus menyatakan perasaannya kepada Bunga. Tanpa basa basi, Bunga pun menerima cinta Angga dan mereka mulai memiliki hubungan spesial.<\/p>\n<p>Hari demi hari mereka lalui dengan perasaan gembira seperti layaknya sepasang kekasih baru yang tengah dimabuk asmara. Namun, kesalahan fatal yang mereka lakukan telah merubah segalanya.<\/p>\n<p>ANALISIS FILM<\/p>\n<p>Tema<\/p>\n<p>Tema dari film pendek \u201cSingkat\u201d adalah tentang Percintaan. Dalam film ini menceritakan tentang hubungan percintaan antara Bunga dan Angga.<\/p>\n<p>Amanat<\/p>\n<p>Amanat yang dapat diambil dari film \u201cSingkat\u201d adalah kita harus bisa menjaga batasan dalam hubungan yang belum terikat secara sah. Menjauhi pergaulan bebas dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat menjerumuskan dalam lubang penyesalan.<\/p>\n<p>Alur<\/p>\n<p>Alur yang digunakan dalam film pendek &#8220;Singkat\u201d adalah alur maju<\/p>\n<p>Latar<\/p>\n<p>Latar Waktu<\/p>\n<p>Latar waktu yang digunakan dalam film ini terjadi pada pagi hari, siang hari, sore hari dan malam hari.<\/p>\n<p>Latar Tempat<\/p>\n<p>Tempat yang digunakan dalam film ini adalah di Kafe, di rumah Bunga, dan juga di jalanan.<\/p>\n<p>Latar Suasana<\/p>\n<p>Suasana yang tergambar dalam cerita film ini adalah suasana sedih.<\/p>\n<p>Penokohan<\/p>\n<p>Tokoh Bunga : Memiliki pergaulan yang bebas, dan menyesali perbuatannya<\/p>\n<p>Tokoh Angga : Tidak mau bertanggung jawab, namun menyesal di akhir<\/p>\n<p>Tokoh Ibu : Baik namun tidak menerima anak yang dikandung Bunga<\/p>\n<p>Sudut Pandang<\/p>\n<p>Sudut pandang yang digunakan dalam film ini adalah pengarang sebagai pengamat.<\/p>\n<p>Nilai-nilai yang Terkandung di dalam Film<\/p>\n<p>Nilai yang terkandung dalam film ini adalah bahwa sebagai seorang perempuan, kita harus bisa pandai-pandai menjaga diri. Jangan sampai terjerumus ke dalam lubang penyesalan tiada ujung. Sekalipun kita terjebak dalam suatu permasalahan, kita harus bisa bertanggung jawab untuk apa yang sudah kita lakukan agar tidak ada kerugian atau kesengsaraan sebelah pihak.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>BAB I Pendahuluan Film merupakan sebuah alat komunikasi berbentuk audio visual yang memiliki fungsi untuk memyampaikan suatu pesan didalamnya. Menurut Effendi (1986 ; 239) film diartikan sebagai hasil budaya dan alat ekspresi kesenian. Film sebagai komunikasi massa merupakan gabungan dari berbagai tekhnologi seperti fotografi dan rekaman suara, kesenian baik seni rupa dan seni teater sastra [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":463,"featured_media":100003648,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[870],"class_list":{"0":"post-100003647","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-uncategorized","8":"tag-analisis-unsur-intrinsik"},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/Screenshot_2021-11-05-16-14-51-17.png","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100003647","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/463"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=100003647"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100003647\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":100003703,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100003647\/revisions\/100003703"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/100003648"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=100003647"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=100003647"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=100003647"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}