{"id":100003573,"date":"2021-11-03T18:55:33","date_gmt":"2021-11-03T11:55:33","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/?p=100003573"},"modified":"2021-11-03T18:55:33","modified_gmt":"2021-11-03T11:55:33","slug":"membedah-motivasi-tokoh-mbak-sum-dalam-film-pendek-pemean-2020-dengan-teori-hirarki-kebutuhan-abraham-maslow","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/membedah-motivasi-tokoh-mbak-sum-dalam-film-pendek-pemean-2020-dengan-teori-hirarki-kebutuhan-abraham-maslow\/","title":{"rendered":"Membedah Motivasi Tokoh Mbak Sum dalam Film Pendek Pemean (2020) dengan Teori Hirarki kebutuhan Abraham Maslow"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dikemas dengan genre komedi, Film pendek <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pemean<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berdurasi sebelas menit yang\u00a0 diproduksi oleh Paniradya Kaistimewaan Yogyakarta pada tahun 2020 ini berhasil dengan apik telah memotret sebuah fenomena\u00a0 yang nyata-nyata biasa kita temui dan terjadi pada masyarakat kita.\u00a0 Fenomena sosial pada dua tokoh utama dalam film tersebut menarik bila dikaji secara psikologis.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Film ini bercerita dengan sangat sederhana, tentang seorang tokoh perempuan yang dipanggil Mbak Sum, dan tetangganya, Dek Asih. Berlatar pada sebuah desa, sepanjang film, keduanya hanya saling bercakap-cakap ketika menjemur baju. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Pemean <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">adalah judul yang diambil dari bahasa jawa yang berarti jemuran baju.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dalam film ini memang mengedepankan unsur dialog, adegan-adegannya sangat sederhana. Dari sanalah kita dapat melihat karakter Mbak Sum dalam film yang digambarkan senang sekali pamer, bermaksud membuat iri tetangganya dengan tingkahnya berkali-kali memamerkan barang-barang mewah\u00a0 seperti motor baru, atau dalam beberapa percakapan memamerkan dirinya membeli beras di Jakarta, suaminya yang banyak bergaul dengan pejabat, atau yang lainnya. Namun tetangganya Dek Asih, merupakan perempuan yang pendiam, tenang dan sederhana. Yang lebih banyak tersenyum dan meng\u2014iyakan kata-kata tetangganya ketimbang menanggapi. Pada akhir cerita diketahui bahwa ternyata semua yang dipamerkan oleh tokoh Mbak Sum hanya omong kosong. Semua barang-barang itu adalah titipan untuk sementara waktu dari bos suaminya yang tengah merenovasi rumahnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Karakter Mbak Sum yang merupakan representasi dari tetangga-tetangga semacamnya yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari itu, sebenarnya memiliki motivasi atau alasan bertindak. Kreitner &amp; Kinicki (2003:248) menjelaskan bahwa motivasi merupakan proses psikologis yang meningkatkan dan mengarahkan perilaku untuk mencapai tujuan. proses psikologis. Motivasi orang-orang seperti Mbak Sum, menurut teori psikologi humanistik Abraham Maslow dikarenakan ia memiliki kebutuhan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Feist, Jess, dan Gregory J. Feist (2010:330) menjelaskan bahwa <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Teori Kepribadian Maslow dibuat berdasarkan beberapa asumsi dasar mengenai motivasi. Salah satu asumsi Maslow menyatakan bahwa orang-orang berulang kali termotivasi oleh kebutuhan-kebutuhan . Ketika sebuah kebutuhan terpenuhi, biasanya kebutuhan tersebut berkurang kekuatan untuk memotivasinya dan digantikan oleh yang lain.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena hal tersebut, manusia pada dasarnya bertindak berdasarkan kebutuhan yang belum dipenuhinya. Salah satu kebutuhan manusia adalah kebutuhan akan cinta dan keberadaan. <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Maslow dalam Jess, Feist, Gregory J Feist, (2010:334) menjelaskan bahwa, kebutuhan akan cinta dan keberadaan diantaranya seperti keinginan untuk berteman; keinginan untuk mempuunyai pasangan dan anak; kebutuhan untuk menjadi bagian dari sebuah keluarga, sebuah perkumpulan, lingkungan masyarakat, atau Negara. Dalam hal ini, yang dilakukan Mbak Sum jelas untuk berusaha terus-menerus berbicara dengan Dek Asih, berusaha agar Dek Asih menanggapi apa yang ia bicarakan dan sebagainya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mbak Sum yang suka bertingkah menyebalkan dan berusaha membuat iri tetangganya itu, sebenarnya dikarenakan ia tengah berusaha memenuhi tuntutan kebutuhan psikologisnya.\u00a0 <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut Jess, Feist, Gregory J Feist, (2010:334) bahwa orang dewasa dalam usaha memenuhi kebutuhan cinta dan keberadaan, seringkali disembunyikan, melakukan tingkah laku yang mengalahkan diri mereka sendiri seperti berpura-pura tidak ramah pada orang lain, atau bersikap sinis, dingin, dan kasar dalam hubungan interpersonal.[]<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Referensi :<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Feist, Jess, dan Gregory J. Feist. (2010). <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Teori Kepribadian<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Jakarta: Salemba Humanika.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kreitner, Robert dan Angelo Kinicki. 2000. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Perilaku Organisasi. jilid1<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">, Jakarta: Salemba Empat<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sumber Foto : https:\/\/www.youtube.com\/watch?v=xKH-ITje5c8<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dikemas dengan genre komedi, Film pendek Pemean berdurasi sebelas menit yang\u00a0 diproduksi oleh Paniradya Kaistimewaan Yogyakarta pada tahun 2020 ini berhasil dengan apik telah memotret sebuah fenomena\u00a0 yang nyata-nyata biasa kita temui dan terjadi pada masyarakat kita.\u00a0 Fenomena sosial pada dua tokoh utama dalam film tersebut menarik bila dikaji secara psikologis. Film ini bercerita dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":427,"featured_media":100003574,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[42],"tags":[850,851,400],"class_list":{"0":"post-100003573","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-sastra","8":"tag-film","9":"tag-kajian-sastra-film","10":"tag-sastra"},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-content\/uploads\/2021\/11\/pemean.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100003573","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/427"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=100003573"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100003573\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":100003577,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100003573\/revisions\/100003577"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/100003574"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=100003573"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=100003573"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=100003573"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}