{"id":100003341,"date":"2021-10-27T08:22:25","date_gmt":"2021-10-27T01:22:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/?p=100003341"},"modified":"2021-10-27T08:22:25","modified_gmt":"2021-10-27T01:22:25","slug":"utang-bak-gunung-garuda-indonesia-pailit","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/utang-bak-gunung-garuda-indonesia-pailit\/","title":{"rendered":"Utang Bak Gunung, Garuda Indonesia Pailit?"},"content":{"rendered":"<p class=\"western\" style=\"text-align: left;\" align=\"justify\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">PT Garuda Indonesia Tbk<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">\u00a0sebagai maskapai penerbangan nasional Tanah Air<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> plat merah berkode saham GIAA<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">,\u00a0 tercatat sudah tujuh dekade mengudara. Nama baik maskapai ini menggema di benak publik dengan berbagai penghargaan sebagai <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>flag carrier <\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">kebanggaan Indonesia. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" style=\"text-align: left;\" align=\"justify\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Namun belakangan, nama baik Garuda Indonesia meredup dan menyimpan sederet kasus pelik yang menjadi kontroversi. Mulai dari kasus penyelundupan onderdil motor Harley Davidson dan sepeda Brompton, menu makanan ditulis tangan oleh awak kabin, kritik kualitas menu makanan, kasus suap pengadaan mesin dan pesawat oleh mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar dan Beneficial Owner Connaught International Pte Ltd Soetikno Soedarjo<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #444444;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">, l<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">aporan keuangan 2018 Garuda Indonesia yang tidak sesuai dengan PSAK, sampai dengan kasus terberat saat ini adalah k<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">ondisi keuangan PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang carut marut <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">dan mengindikasikan permasalahan pada kelangsungan bisnis perusahaan<\/span><\/span><\/span> <span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>(going concern issue)<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" style=\"text-align: left;\" align=\"justify\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2020, GIAA membukukan pendapatan sebesar US$1,49 miliar. Angka tersebut merosot tajam dibanding sebelum terdampak pandemi atau pada 2019 yang mencetak pendapatan US$4,57 miliar<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Arus kas berada di zona merah dan memiliki ekuitas minus Rp 41 triliun.<\/span><\/span><\/span> <span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">BEI menempatkan saham GIAA di papan <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>watclist <\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">serta <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #313132;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>suspend <\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #313132;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">perdagangan efek GIAA sejak sesi I perdagangan tanggal 18 Juni 2021 <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">sampai saat ini <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #313132;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">sebagai dampak penundaan pembayaran kupon sukuk <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #313132;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>global bond<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #313132;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> sebesar US$ 500 juta yang telah jatuh tempo pada 17 Juni 2021 setelah menggunakan hak <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #313132;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>grace period.<\/i><\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" style=\"text-align: left;\" align=\"justify\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Disamping itu, kondisi keuangan semakin diperparah dengan <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">utang perseroaan yang semakin menggunung hingga Rp 70 triliun <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">dari total utang Rp 140 triliun<\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> dan beban bunga utang setiap bulan mencapai Rp 1 triliun. GIAA merestrukturisasi bisnis dengan memangkas jumlah armada pesawat yang dioperasikan serta merampingkan awak kabin dan pilot yang bertugas sebagai bentuk penyelamatan.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" style=\"text-align: left;\" align=\"justify\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> Namun, kondisi keuangan justru semakin sulit diselamatkan. <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Biang kerok kerugian Garuda Indonesia adalah fokus rute penerbangan yang menggarap rute penerbangan luar negeri, serta indikasi korupsi pengadaan pesawat melalui negosiasi skema sewa dengan para <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>lessor <\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">yang terlalu mahal. Imbasnya, resiko pailit menjadi bayang-bayang yang terselip dari salah satu opsi penyelamatan Garuda Indonesia atas utang yang menggunung. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" style=\"text-align: left;\" align=\"justify\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Bagi pemerintah, saat ini prioritas utama adalah pemulihan diberbagai sektor ekonomi akibat pandemi. Sehingga, mustahil memberikan bantuan dana berupa penyertaan modal negara. Disisi lain, Kementerian BUMN selaku pemegang saham mayoritas Garuda Indonesia terus melakukan langkah akseleratif pemulihan kinerja melalui program restrukturisasi menyeluruh terhadap utangnya <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #252525;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">menggunakan <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #252525;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>legal bankruptcy<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">. <\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" style=\"text-align: left;\" align=\"justify\"><span style=\"color: #000000;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\">Pihak Garuda Indonesia sendiri mengaku optimis atas sinyal positif dari industri penerbangan nasional pada sektor pariwisata yang sudah bisa beroperasi pasca situasi pandemi COVID-19 yang mulai terkendali. Jika pada akhirnya Indonesia tidak memiliki maskapai akibat serangkaian kondisi yang dialami, menutup Garuda Indonesia adalah opsi yang harus dipertimbangkan dengan matang karena tentu berefek kepada aspek psikologis industri di Indonesia dan semestinya peristiwa ini menjadi momentum untuk berbenah dalam segala aspek mulai dari isu duopoli dalam industri penerbangan domestik, infrastruktur, navigasi, birokrasi termasuk aspek investasi yang mampu menjawab tantangan sebagai bisnis yang <\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #333333;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"><i>&#8216;high risk investment&#8217;<\/i><\/span><\/span><\/span><span style=\"color: #333333;\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\"><span style=\"font-size: medium;\"> dan dianggap tidak menarik oleh investor asing.<\/span><\/span><\/span><\/p>\n<p class=\"western\" style=\"text-align: left;\" align=\"center\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\">Wulandari Cahyani Putri<\/span><\/p>\n<p class=\"western\" style=\"text-align: left;\" align=\"center\"><span style=\"font-family: Times New Roman, serif;\">Mahasiswi Magister Akuntansi Universitas Pamulang<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PT Garuda Indonesia Tbk\u00a0sebagai maskapai penerbangan nasional Tanah Air plat merah berkode saham GIAA,\u00a0 tercatat sudah tujuh dekade mengudara. Nama baik maskapai ini menggema di benak publik dengan berbagai penghargaan sebagai flag carrier kebanggaan Indonesia. Namun belakangan, nama baik Garuda Indonesia meredup dan menyimpan sederet kasus pelik yang menjadi kontroversi. Mulai dari kasus penyelundupan onderdil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":425,"featured_media":100003342,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[21],"tags":[789,793,790],"class_list":{"0":"post-100003341","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-opini","8":"tag-garuda","9":"tag-hutang","10":"tag-pailit"},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/WhatsApp-Image-2021-10-26-at-14.49.10-1-1-e1635297799564.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100003341","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/425"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=100003341"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100003341\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":100003347,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100003341\/revisions\/100003347"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/100003342"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=100003341"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=100003341"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=100003341"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}