{"id":100003230,"date":"2021-10-21T11:17:29","date_gmt":"2021-10-21T04:17:29","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/?p=100003230"},"modified":"2021-10-21T11:17:29","modified_gmt":"2021-10-21T04:17:29","slug":"pancasila-dan-penyemaian-spirit-moderasi-beragama-di-kalangan-pelajar-dan-mahasiswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/pancasila-dan-penyemaian-spirit-moderasi-beragama-di-kalangan-pelajar-dan-mahasiswa\/","title":{"rendered":"Pancasila dan Penyemaian Spirit Moderasi Beragama di Kalangan Pelajar\u00a0dan Mahasiswa"},"content":{"rendered":"<p>Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina yang didukung oleh Universitas Mahakarya Asia, Paramasophia menyelenggarakan Dialog Kebangsaan dalam Rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda yang bertajuk \u201cPancasila dan Penyemaian Spirit Moderasi Beragama di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa\u201d secara daring pada Hari Senin, 18 Oktober 2021 pukul 09:00 \u2013 12:50 WIB. Dalam acara tersebut hadir Wakil Ketua MPR-RI, Dr. Ahmad Basarah, M.H. sebagai keynote speaker.<\/p>\n<p>Dr. Ahmad Basarah, M.H., menyampaikan pentingnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. \u201cBesarnya suatu bangsa berdasarkan falsafah yang dimiliknya, tidak dapat meniru falsafah hidup bangsa lain. Bangsa yang besar adalah bangsa yang hidup di atas nilai falsafah bangsanya sendiri.\u201d imbuhnya.<\/p>\n<p>Acara yang merupakan puncak rangkaian kegiatan Lomba Nasional Esai dan Video serta Workshop Penulisan Populer di Media ini disambut dengan baik oleh Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini dan Deputi Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi dan Jaringan BPIP, Ir. Prakoso, M.M.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Prof. Didik J. Rachbini mengungkapkan bahwa nilai-nilai Pancasila telah diimplementasikan dalam tiga pilar Paramadina, yakni keislaman, kemodernan, dan keindonesiaan yang ditegakkan oleh pendiri Universitas Paramadina, Nurcholish Madjid.<\/p>\n<p>\u201cSudah setengah abad Cak Nur menegakkan Pancasila dengan nilai keislaman, keindonesiaan, dan kemodernan\u201d. Ia menegaskan pentingnya proses dialog kebangsaan antar semua pihak, \u201cMarilah kita terus berdialog tanpa ada perasaan paling benar\u201d, tambahnya.<\/p>\n<p>Ir.\u00a0Prakoso,\u00a0M.M. dalam sambutannya menyampaikan bahwa dialog kebangsaan ini dimaksudkan agar masyarakat khususnya anak muda dapat mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam laku tindakan bermasyarakat dan bernegara.<\/p>\n<p>Dalam acara juga hadir empat orang narasumber yang membahas secara komprehensif persoalan Pancasila dan Moderasi Beragama dari berbagai perspektif. Ferro Ferizka Aryananda, M.Sc.,MBA., Rektor Universitas Mahakarya Asia memberikan pemaparan pertama mengenai Pancasila dan Anak Muda.<\/p>\n<p>Ferro menekankan bahwa Pancasila merupakan falsafah dan pandangan hidup yang baik, namun hal ini tidak cukup apabila tidak dikomunikasikan dengan baik pula terutama kepada para anak muda.<\/p>\n<p>Menurutnya bentuk komunikasi ini penting untuk disesuaikan dengan semangat dan cara-cara yang menarik bagi anak muda. \u201cYang paling penting dalam menumbuhkan nilai-nilai Pancasila di kalangan anak muda adalah muatan substansinya, tidak perlu melabel dengan istilah-istilah formal.\u201d<\/p>\n<p>Dr. Sunaryo,\u00a0dosen sekaligus Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Paramadina menegaskan dalam presentasinya bahwa\u00a0 Pancasila bukan lawan agama. \u201cSecara substantif tidak mungkin agama menolak Pancasila. Kalau ada agama yang menolak Pancasila, artinya agama itu menolak nilai-nilai ketuhanan, nilai-nilai kemanusiaan, nilai-nilai perdamaian, itu sulit untuk dibayangkan\u201d, tambahnya.<\/p>\n<p>Kemudian ia menjelaskan masih adanya kelompok yang menentang Pancasila disebabkan oleh dua hal yang perlu ditelisik lebih jauh, yaitu kemungkinan adanya pemahaman yang tidak tepat dalam memahami agama dan substansi Pancasila dan kedua, adanya kemungkinan interpretasi Pancasila yang tidak tepat (dari penguasa) sehingga mengancam sebagian kelompok agama.<\/p>\n<p>Tia Rahmania, M.Psi.,Psikolog, dekan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina mengaitkan perilaku intoleransi dan radikalisme dengan persoalan psikososial dan kesehatan mental yang dialami oleh setiap individu maupun kelompok.<\/p>\n<p>\u201cSikap tidak menghargai moderasi dalam beragama berkaitan dengan perilaku anti-sosial, di antaranya mengabaikan atau melanggar hak dan pertimbangan orang lain tanpa penyesalan.\u201d Katanya.<\/p>\n<p>Tia menambahkan, untuk meningkatkan kehidupan moderasi beragama dan kesehatan mental yang komprehensif, perlu adanya kolaborasi dari berbagai pihak dengan melibatkan kementerian dan meningkatkan keterlibatan komponen masyarakat.<\/p>\n<p>Dr. M.Subhi-Ibrahim, Ketua Program Studi Falsafah dan Agama Universitas Paramadina membagikan hasil temuan\u00a0big data\u00a0terkait pembicaraan Pancasila dan agama di media sosial.\u00a0\u201cDari hasil penelitian tersebut diketahui isu radikalisme menjadi perbincangan paling banyak (46%) terkait dengan Pancasila, disusul dengan isu lomba penulisan ilmiah oleh BPIP (22%), isu implementasi (19%), pelajar (11), dan sosialisasi (3).\u201d Ujarnya.<\/p>\n<p>Dalam acara Dialog Kebangsaan yang dihadiri oleh 900 peserta yang terdiri dari pelajar, mahasiswa dan masyarakat umum secara nasional ini juga diumumkan para pemenang Lomba Nasional Esai dan Video yang mengangkat tema \u201cPancasila dan Penyemaian Spirit Moderasi Beragama di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa\u201d.<\/p>\n<p>Adapun\u00a0pemenang Lomba Esai:\u00a0Widya Resti Anike Putri (Harapan 3\u00a0&#8211;\u00a0Universitas Mahakarya Asia),\u00a0Fazri Kurniawan (Harapan 2\u00a0&#8211;\u00a0UPN Veteran Jakarta),\u00a0Muhammad Ghifari (Harapan 1\u00a0&#8211;\u00a0Universitas Al-Azhar, Kairo Mesir),\u00a0Amirullah Mukmin (Juara 3\u00a0&#8211;\u00a0Universitas Paramadina),\u00a0I Ketut Satya Wirayudhana (Juara 2\u00a0&#8211;\u00a0Universitas Gadjah Mada),\u00a0Karunia Haganta (Juara 1\u00a0&#8211;\u00a0Universitas Indonesia).<\/p>\n<p>Pemenang Lomba Video:\u00a0Muhammad Irfan Farhas (Harapan 3\u00a0&#8211;\u00a0SMK Negeri 3 Magelang),\u00a0Zhahrina Meiliza Putri (Harapan 2\u00a0&#8211;\u00a0SMK Negeri 1 Tunjung Teja, Serang Banten),\u00a0Yuliana (Harapan 1\u00a0&#8211;\u00a0SMA N 1 Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah),\u00a0Fera Yulianti (Juara 3\u00a0&#8211;\u00a0SMK Negeri 1 Tunjung Teja, Serang Banten),\u00a0Fadhil Mujahid (Juara 2\u00a0&#8211;\u00a0MAN Insan Cendekia, Padang Pariaman, Sumatera Barat),\u00a0Ega Dahni Pratama (Juara 1\u00a0&#8211;\u00a0SMA Negeri 1 Pandeglang, Banten).<\/p>\n<p>(***)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina yang didukung oleh Universitas Mahakarya Asia, Paramasophia menyelenggarakan Dialog Kebangsaan dalam Rangka Memperingati Hari Sumpah Pemuda yang bertajuk \u201cPancasila dan Penyemaian Spirit Moderasi Beragama di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa\u201d secara daring pada Hari Senin, 18 Oktober 2021 pukul 09:00 \u2013 12:50 WIB. Dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":6,"featured_media":100003231,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[327],"class_list":{"0":"post-100003230","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-uncategorized","8":"tag-pancasila"},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/Pancasila-dan-Spirit-Moderasi.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100003230","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/6"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=100003230"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100003230\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":100003232,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100003230\/revisions\/100003232"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/100003231"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=100003230"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=100003230"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=100003230"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}