{"id":100003190,"date":"2021-10-21T07:47:38","date_gmt":"2021-10-21T00:47:38","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/?p=100003190"},"modified":"2021-10-21T07:47:38","modified_gmt":"2021-10-21T00:47:38","slug":"kosa-kata-dan-leksikon-bahasa-sunda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/kosa-kata-dan-leksikon-bahasa-sunda\/","title":{"rendered":"Kosa Kata dan Leksikon Bahasa Sunda"},"content":{"rendered":"<p>Bahasa sunda merupakan bahasa ibu bagian sebagian besar etnik Sunda. Bahasa Sunda tidak hanya tersebar di Jawa Barat, tetapi juga tersebar di luar Jawa Barat (Darheni 2011), salah satunya di Provinsi Jawa Tengah khususnya di daerah perbatasan yang masih mengguakan bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari.<\/p>\n<p>Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional, tetapi data sensus mengungkapkan bahwa bahasa Indonesia tidak digunakan sebagai bahasa pertama oleh semua warga negara Indonesia. Meskipun penggunaannya menyebar, masih banyak orang yang berkomunikasi hanya dalam bahasa lokal mereka, dalam hal ini dialek dari daerah masing-masing (Lauder dan Lauder, 2016: 2). Salah satu daerah yang masih menggunakan bahasa lokal sebagai bahasa ibu adalah daerah Tangerang, Banten.<\/p>\n<p>Kosakata Bahasa Sunda Halus Sedang dan Kasar<\/p>\n<p>Sunda Halus-Sunda Sedang-Sunda Kasar-Bahasa Indonesia<\/p>\n<p>1. Cepil- Ceuli- Ceuli-Telinga<br \/>\n2. Soca-Panon-Mata-Mata<br \/>\n3. Pangamun-irung-Irung-Hidung<br \/>\n4. Panangan-Leungeun-Kokod-Tangan<br \/>\n5. Sampean-Suku-Cokor- Kaki<\/p>\n<p>Satuan Leksikon<\/p>\n<p>Satuan dari leksikon adalah leksem, yaitu satuan kata yang bemakna (Chaer, 2002: 60). Berikut beberapa leksikon yang di temukan:<\/p>\n<p>1. Kata Resep yang artinya suka Leksikon ini digunakan untuk menyatakan perasaan suka\/senang terhadap suatu hal atau seseorang.<\/p>\n<p>2. Kata hayu yang artinya ayo<br \/>\nLeksikon ini biasa digunakan ketika kerabat atau teman mengajak ke sesuatu tempat.<\/p>\n<p>3. Kata Embung yang artinya tidak mau<br \/>\nLeksikon ini digunakan untuk menolak sesuatu atau ajakan.<\/p>\n<p>4. Kata Kembang yang artinya bunga makna sebenarnya \u2018sejenis tanaman\u2019, tetapi menjadi unsur pembentuk istilah untuk makna \u2018paling cantik\u2019 pada istilah Kembang desa\/ Bungan desa.<\/p>\n<p>5. Kata torek yang artinya tuli diganti dengan kata atau ungkapan yang maknanya dianggap lebih halus yaitu tunarungu.<br \/>\nContoh: \u2013 Anaknya menderita tunarungu<\/p>\n<p>6. Ngendong<br \/>\nNgendong memiliki arti &#8220;menginap&#8221;, ngendong biasa dilakukan ketika kerumah sanak-saudara ketika ada acara penting dalam sebuah keluarga.<\/p>\n<p>6. Teh merupakan leksikon dari kata teteh yg berarti kakak perempuan\/perempuan yg lebih tua dari penutur\/mbak versi Sunda. Namun terkdang di beberapa daerah \u00a0memiliki makna yang berbeda yaitu sebagai minuman contohnya : Teh Jus, teh celup dan lain-lain.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bahasa sunda merupakan bahasa ibu bagian sebagian besar etnik Sunda. Bahasa Sunda tidak hanya tersebar di Jawa Barat, tetapi juga tersebar di luar Jawa Barat (Darheni 2011), salah satunya di Provinsi Jawa Tengah khususnya di daerah perbatasan yang masih mengguakan bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari. Bahasa Indonesia adalah bahasa nasional, tetapi data sensus mengungkapkan bahwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":398,"featured_media":100003228,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[42],"tags":[400],"class_list":["post-100003190","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-sastra","tag-sastra"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/IMG_20211021_074305.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100003190","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/398"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=100003190"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100003190\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":100003227,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100003190\/revisions\/100003227"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/100003228"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=100003190"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=100003190"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=100003190"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}