{"id":100003130,"date":"2021-10-21T12:53:18","date_gmt":"2021-10-21T05:53:18","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/?p=100003130"},"modified":"2021-10-21T12:53:18","modified_gmt":"2021-10-21T05:53:18","slug":"bahasa-gaul-yang-digunakan-kalangan-anak-remaja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/bahasa-gaul-yang-digunakan-kalangan-anak-remaja\/","title":{"rendered":"Bahasa Gaul yang Digunakan Kalangan Anak Remaja"},"content":{"rendered":"<p>Pada saat ini bahasa sudah tidak lagi digunakan dengan baik dan benar dikalangan remaja, kini bahasa sangat banyak dimodifikasi oleh kalangan remaja, sehingga mereka lebih sering berkomunikasi menggunakan bahasa gaul dari pada bahasa indonesia yang baik dan benar. Bahasa gaul semakin berkembang dimedia sosial, karena kalangan remaja kini lebih sering menggunakannya hanya untuk terlihat lebih kekinian.<\/p>\n<p>Berikut beberapa Bahasa gaul yang sering digunakan oleh kalangan remaja:<\/p>\n<p>1. Baper<br \/>\nKata Baper merupakan sebuah singkatan dari \u201cBawa Perasaan\u201d. Kata ini merujuk pada perilaku seseorang yang segala hal langsung dimasukan ke dalam hati dan berlebihan dalam menyikapi suatu hal.<\/p>\n<p>2. Anjay<br \/>\nKata Anjay \u00a0merupakan plesetan dari anjing. Kata anjing tidak hanya merujuk pada hewan tetapi dapat dimaknai sebagai ucapan kasar. Tetapi untuk anak remaja kekinian kata anjay menunjukkan sebuah kekaguman atau keterkejutan.<\/p>\n<p>3. Gabut<br \/>\nKata gabut bisa menggambarkan perasaan seseorang yang tidak bisa melakukan apapun dan bisa merujuk pada kata bosan.<\/p>\n<p>4. Sepik<br \/>\nBahasa gaul yang kekinian sering juga berasal dari bahasa Inggris yang dieja dengan logat Indonesia. Seperti kata &#8220;sepik&#8221;, berasal dari Bahasa Inggris &#8220;speak&#8221; artinya &#8220;bicara&#8221;.<\/p>\n<p>5. Gaje<br \/>\nKata Gaje merupakan singkatan dari \u201cgak jelas\u201d biasanya digunakan ketika seseorang melakukan hal yang tidak masuk akal.<br \/>\nItu dia berapa bahasa zaman now yang sering di gunakan anak remaja di sosial media, bahasa ini juga sering di gunakan di dunia nyata saat nongkrong atau ngobrol sesama anak remaja yang kekinian.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada saat ini bahasa sudah tidak lagi digunakan dengan baik dan benar dikalangan remaja, kini bahasa sangat banyak dimodifikasi oleh kalangan remaja, sehingga mereka lebih sering berkomunikasi menggunakan bahasa gaul dari pada bahasa indonesia yang baik dan benar. Bahasa gaul semakin berkembang dimedia sosial, karena kalangan remaja kini lebih sering menggunakannya hanya untuk terlihat lebih [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":392,"featured_media":100003131,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[42],"tags":[400],"class_list":["post-100003130","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-sastra","tag-sastra"],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/images-4-1.jpeg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100003130","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/392"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=100003130"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100003130\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":100003237,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100003130\/revisions\/100003237"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/100003131"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=100003130"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=100003130"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=100003130"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}