{"id":100002852,"date":"2021-10-13T17:19:51","date_gmt":"2021-10-13T10:19:51","guid":{"rendered":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/?p=100002852"},"modified":"2021-10-13T17:19:51","modified_gmt":"2021-10-13T10:19:51","slug":"cerpen-wabah-yang-bikin-gerah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/cerpen-wabah-yang-bikin-gerah\/","title":{"rendered":"Cerpen: Wabah yang Bikin Gerah"},"content":{"rendered":"<p>Hallo temen &#8211; temen gua mau menceritakan suatu \u00a0tentang kerugian dari sebuah kebijakan politik.<\/p>\n<p>Cerita ini berkisah tentang keluarga kecil yang tinggal di sebuah negara maju. Anderson dan Karen adalah pasutri yang baru menikah 2 tahun lalu dan mereka mempunyai seorang anak. Keluarga ini tadinya sangat berkecukupan, hidup nyaman dan tentram. Tapi itu tak lagi ada semenjak sebuah wabah virus melanda di negara yang mereka tinggali. Menurut penelitian virus ini berasal dari negara sebelahnya. Virus ini berawal dari binatang yang dikonsumsi tanpa memasaknya di negara tersebut. Virus ini sangat cepat menyebar sampai akhirnya virus ini sampai di negara yang di tinggali keluarga Anderson dan Karen. Anderson dan Karen tidak hanya merawat anak nya yang baru lahir tetapi ia juga harus merawat adik nya yang masih duduk di bangku sekolah.<\/p>\n<p>Semenjak adanya virus di negara tersebut membatasi\u00a0 semua kegiatan yang berhubungan dengan pertemuan tatap muka. Mulai dari pendidikan, ekonomi, dan sosial, hampir semua nya dilakukan secara online. Tidak hanya itu negara tersebut juga membatasi kegiatan yang berhubungan dengan tatap muka. Yang mana hal ini adalah hal yang baru bagi negara tersebut.<\/p>\n<p>Fasya yang masih baru masuk sekolah tidak dapat bertemu dengan teman-teman nya. Ia juga harus berusaha keras dalam\u00a0 mengerjakan tugas dengan bantuan yang minim karena ia belum kenal dengan teman barunya. Pada suatu hari ia benar-benar merasa stress karena selalu di rumah, mengerjakan tugas, tanpa bersosialisasi dengan teman &#8211; teman sebayanya. Lalu ia pun menminta kakaknya untuk pergi makan ke mall<\/p>\n<p>\u201cKak Karen kita ke mall yuk aku bener \u2013 bener lelah dengan tugas sekolah ini.\u201d Ajak Fasya.<\/p>\n<p>\u201cDuh Fas kakak tidak punya uang untuk pergi kesana. Sisa\u201d. Jawab Karen.<\/p>\n<p>\u201cYah kak, tapi aku butuh hiburan nih, aku gabisa ketemu teman\u00a0 &#8211; teman ku juga.\u201d Jawab Fasya.<\/p>\n<p>\u201c Iya kakak ngerti tapi kita juga harus makan dan bayar keperluan rumah fas.\u201d.Jawab Karen.<\/p>\n<p>\u201cTapi kak\u2026.\u201d Balas Fasya<\/p>\n<p>\u201cUdah lagian ga baik lagi ada wabah seperti ini keluar rumah\u201d Jawab Karen.<\/p>\n<p>Fasya pun kembali ke kamar nya dan kembali belajar.<\/p>\n<p>Lalu Anderson pulang dari tempat kerja nya. Hari ini adalah hari gajian Anderson di tempat kerja barunya. Ia pulang dengan wajah memelas mengingat gaji yang ia dapat sangat kecil tetapi kebutuhan hidup mereka banyak. Karen pun menghampiri nya dan mengajak nya untuk makan malam.<\/p>\n<p>\u201cMas kamu kenapa kok muka nya cemberut ?\u201d Tanya Karen.<\/p>\n<p>\u201cIni dek, aku baru dapet gaji.\u201djawab Anderson.<\/p>\n<p>\u201cLoh senang dong harusnya.\u201d Balas Karen.<\/p>\n<p>\u201cTapi sangat kecil untuk hidup kita. Bayangkan saja, ini kurang dari setengah gaji ku di tempat yang lama\u201d jawab Anderson.<\/p>\n<p>\u201cOhh iya mas. Mas tenang saja dulu kita bisa menghemat kan?\u201d Tanya Karen.<\/p>\n<p>\u201cIya sih dek\u2026 \u201c Jawab Anderson.<\/p>\n<p>Keesokan hari nya ketika Anderson bekerja tiba \u2013 tiba Karen menelpon Anderson dan menyuruhnya untuk cepat pulang karena ada sesuatau yang terjadi.<\/p>\n<p>\u201cMasss ini Karen.\u201d Telpon Karen ke Anderson dengan panik.<\/p>\n<p>\u201cIya dekk kamu kenapa panik??\u201d Tanya Anderson yang\u00a0 juga ikut panik.<\/p>\n<p>\u201cIni mas anak kita terkena wabah virus!!\u201d Jawab Karen dengan gemetar.<\/p>\n<p>\u201cHahh kok bisa???\u201d Tanya Anderson dengan panik.<\/p>\n<p>\u201cAku juga tak tahu mas. Mas sebaik nya segera pulang dan periksa, takutnya mas juga terjangkit.\u201d Balas Karen.<\/p>\n<p>\u201cBaik dek.\u201d Jawab Anderson.<\/p>\n<p>Anderson pun pulang dengan keadaan gelisah. Bukan hanya dirinya yang ia khawatirkan tetapi juga anak nya. Ia benar benar kepikiran dengan kondisi anak nya. Ia langsung bergegas menuju rumah nya. Sesampai nya dirumah ia langsung bertemu Karen dan menanyakan kondisi anak\u00a0 nya.<\/p>\n<p>\u201cAnak kita dimana dek??\u201d Tanya Anderson dengan panik.<\/p>\n<p>\u201cDia lagi di kamar mas .\u201d Jawab Karen.<\/p>\n<p>\u201cKamu dan Fasya gimana ? positif ?\u201d Tanya Anderson.<\/p>\n<p>\u201cAku negatif mas tapi Fasya positif. Aku menyuruh Fasya untuk mengisolasikan diri bersama anak kita dan aku menyuruhnya untuk merawat anak kita nanti. Bagaimana dengan kamu mas? Kamu positif?\u201d Tanya Karen<\/p>\n<p>\u201cAku negatif juga dek.\u201d Jawab Anderson.<\/p>\n<p>\u201csyukur kalau begitu.\u201d Balas Karen.<\/p>\n<p>Kesokan hari nya ketika Anderson ingin berada di tempat kerja ia dipanggil oleh bos nya untuk membicarakan sesuatu.<\/p>\n<p>\u201cAda apa ya pak?\u201d Tanya Anderson.<\/p>\n<p>\u201cJadi gini mas. Saya ingin mencutikan mas Anderson dikarenakan berita yang sudah tersebar di kantor kalau anak mas terkena wabah virus yang sekarang lagi terkenal. Dan saya ingin bertanya apa benar hal itu mas?\u201d Tanya Pak bos kepada Anderson .<\/p>\n<p>\u201cIya Pak benar seperti itu.\u201d Jawab Anderson.<\/p>\n<p>\u201cKalau begitu saya mohon maaf saya harus mencutikan bapak demi keselamatan karyawan lain.\u201d Balas Pak bos.<\/p>\n<p>\u201cSaya mohon Pak jangan cutikan saya, keluarga saya mau makan apa nanti.\u201d Balas Anderson.<\/p>\n<p>\u201cSaya mohon maaf sekali lagi mas tapi saya tidak mau perusahaan ini menjadi omongan dan saya ingin mementingkan\u00a0 keselamatan karyawan.\u201d Balas pak bos.\\<\/p>\n<p>\u201cBaik lah pak. Terimakasih ya pak.\u201d Jawab Anderson<\/p>\n<p>Anderson pun pulang ke rumah dengan muka dingin. Ia bingung bagaimana cara menceritakan nya kepada keluarga nya. Pada saat di rumah ia langsung mencari istrinya<\/p>\n<p>\u201cLoh mas kok sudah pulang?\u201d Tanya Karen.<\/p>\n<p>\u201cmmm iya dek mas dikenakan cuti oleh bos di kantor.\u201d Jawab Anderson dengan muka memelas.<\/p>\n<p>\u201cLoh kok bisa mas memang nya ada apa?\u201d Tanya Karen.<\/p>\n<p>\u201cIni karena anak kita yang terkena virus itu berita nya menyebar di kantor dek. Jadi mas diharuskan cuti sama bos\u201d\u00a0 Jawab Anderson.<\/p>\n<p>\u201cLalu kita dapat uang dari mana mas selama kamu cuiti?\u201d Tanya Karen.<\/p>\n<p>\u201cSeperti nya aku akan menjadi supir taksi online dek nanti.\u201d Jawab Anderson.<\/p>\n<p>Setelah saat itu Anderson mencari lowongan pekerjaan sebagai sopir tetapi sekarang yang menjadi masalah adalah diberlakukan nya program\u00a0 pembatasan kegiatan yang sudah diberlakukan 1 bulan yang lalu yang hingga saat ini belum di hentikan karena korban virus yang melonjak. Anderson yang sedang mencari lowongan pekerjaan tidak kunjung mendapatkan nya hal itu disebabkan pemberlakuan program tersebut, perusahaan taksi online pun sangat dibatasi jarak mengemudi nya sehingga . Anderson pun tidak diterima di perusahaan mana pun . Itu juga karena banyak sopir yang menganggur sehingga perusahaan tersebut tidak menerima lowon. Ia pun pulang dengan muka yang kebingungan.<\/p>\n<p>\u201cBagaimana ini Dek, mas sudah mencari pekerjaan tapi tak satu perusahaan pun yang menerima. Karena program pembatasan kegiatan yang tak ada hentinya diterapkan di kota kita, mana tabungan kita menipis, dan sepertinya hanya cukup untuk makan 1 minggu ini.\u201d Bilang Anderson kepada Karen.<\/p>\n<p>\u201cNegara kita ini kenapa ya mas? Padahal kalo dilakukan seperti itu bukan warga mati karena virus malah mati karena kelaparan.\u201d Balas Karen<\/p>\n<p>\u201ciya jadi bingung juga harus kerja apa.\u201d Balas Anderson.<\/p>\n<p>\u201cYaudah mas nanti aku akan berjualan makanan saja ke temen \u2013 temen ku.\u201d Jawab Karen.<\/p>\n<p>\u201cYaudah mas nanti bisa jaga parkiran di toko teman mas deh nanti mas minta perizinan nya.\u201d Balas Anderson.\u201d<\/p>\n<p>Karen pun terpaksa bekerja dan Anderson pun terpaksa menjadi tukang parkir. Hal ini sangat memprihatinkan dan tidak seharus nya terjadi. Negara mereka\u00a0 harus nya bisa memilih antara keselamatan masyarakat terancam karena virus atau karena tidak bisa makan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hallo temen &#8211; temen gua mau menceritakan suatu \u00a0tentang kerugian dari sebuah kebijakan politik. Cerita ini berkisah tentang keluarga kecil yang tinggal di sebuah negara maju. Anderson dan Karen adalah pasutri yang baru menikah 2 tahun lalu dan mereka mempunyai seorang anak. Keluarga ini tadinya sangat berkecukupan, hidup nyaman dan tentram. Tapi itu tak lagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":354,"featured_media":100002853,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_bbp_topic_count":0,"_bbp_reply_count":0,"_bbp_total_topic_count":0,"_bbp_total_reply_count":0,"_bbp_voice_count":0,"_bbp_anonymous_reply_count":0,"_bbp_topic_count_hidden":0,"_bbp_reply_count_hidden":0,"_bbp_forum_subforum_count":0,"_jetpack_memberships_contains_paid_content":false,"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[673],"class_list":{"0":"post-100002852","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-cerpen","8":"tag-wabah-yang-bikin-gerah"},"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-content\/uploads\/2021\/10\/virus-concept-illustration_114360-1596.jpg","jetpack_sharing_enabled":true,"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100002852","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/users\/354"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=100002852"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100002852\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":100002856,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/100002852\/revisions\/100002856"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media\/100002853"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=100002852"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=100002852"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.bantennews.co.id\/bantenesia\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=100002852"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}